Rupiah Ditutup Menguat Usai Laporan Manufaktur AS Negatif

AS yang masih dalam tren pelemahan akibat manufaktur Paman Sam yang mengecewakan mampu dimanfaatkan rupiah untuk bergerak menguat pada Selasa (16/5) ini. Menurut Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda mengakhiri transaksi dengan penguatan tipis sebesar 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.300 per AS.

Rupiah mengawali perdagangan di zona setelah menguat 5 poin atau 0,04% ke posisi Rp13.298 per dolar AS. Namun, ketika istirahat siang, mata uang Garuda berbalik terdepresiasi 2 poin atau 0,02% ke level Rp13.305 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.27 WIB, spot kembali rebound 3 poin atau 0,02% ke posisi Rp13.300 per dolar AS.

Dari global, indeks dolar AS cenderung bergerak melemah menyusul laporan manufaktur Paman Sam yang lemah yang menambah tekanan akibat lonjakan pada komoditas. Setelah dibuka turun 0,052 poin atau 0,05% ke posisi 98,859, mata uang Paman Sam kembali melemah 0,048 poin atau 0,05% ke level 98,863 pada pukul 07.38 WIB.

Barometer New York terhadap aktivitas di wilayah tersebut secara tidak terduga turun pada bulan Mei, merosot ke zona negatif untuk pertama kalinya sejak Oktober. Para analis pun memperingatkan bahwa penurunan indeks bisa menjadi pertanda kemerosotan yang mungkin terjadi di sektor manufaktur.

Senior Currency Strategist dari Wells Fargo Securities, Eric Viloria, mengatakan bahwa data tersebut lebih lemah dari yang diperkirakan, sementara konsensus atasnya memprediksikan kenaikan. Hal ini yang lantas berkontribusi terhadap pelemahan dolar AS. “Faktor lainnya yang berdampak pada pergerakan mata uang adalah gerak yang cukup besar pada harga komoditas dan minyak,” katanya.

Sebelumnya, harga minyak dunia memang melonjak sekitar 2% setelah Arab Saudi dan Rusia memberi pernyataan bersama yang menyepakati untuk memperpanjang upaya pemangkasan produksi minyak mentah hingga Maret 2018 mendatang. Pernyataan tersebut juga mendominasi perdagangan terhadap pasar mata uang Eropa.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.298 per dolar AS, naik 21 poin atau 0,15% dibandingkan perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.319 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia bergerak menguat terhadap dengan kenaikan tertinggi dialami won Korea Selatan sebesar 0,52% dan ringgit Malaysia sebesar 0,37%.

Loading...