Stimulus Senat Gagal Angkat Dolar, Rupiah Terbang 195 Poin

Rupiah - ekonomi.kompas.comRupiah - ekonomi.kompas.com

JAKARTA – mampu melenggang mulus di area hijau hingga Kamis (26/3) sore ketika stimulus yang dirilis Senat AS untuk menghadapi negatif penyebaran gagal mengangkat nilai tukar . Menurut laporan Index pada pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda berakhir terbang 195 poin atau 1,18% ke level Rp16.305 per dolar AS.

RUU paket stimulus ekonomi dan senilai 2 triliun dolar AS lolos dengan 96 anggota Senat mendukung rencana tersebut dan tidak mendapatkan penolakan sama sekali. Insentif dalam RUU ini berupa beragam suntikan pinjaman dana serta bantuan sebesar 500 miliar dolar AS, termasuk untuk perusahaan penerbangan serta masyarakat di negara bagian yang terdampak virus ini. Pemerintah AS juga mengalokasikan bantuan sebanyak 350 miliar dolar AS untuk usaha kecil dan menengah.

Kebijakan ini sendiri diharapkan dapat menolong AS yang terancam terhenti akibat kebijakan social distancing yang membuat banyak usaha tutup sementara. Nilai paket insentif ini jauh lebih besar bila dibandingkan dengan stimulus sebesar 800 miliar dolar AS di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama untuk menghadapi dampak krisis finansial pada 2008 lalu.

Sayangnya, stimulus ini gagal mengatrol nilai tukar dolar AS ke area hijau, karena data ekonomi AS yang akan dirilis selanjutnya diperkirakan akan menunjukkan lonjakan klaim tunjangan karena perusahaan ramai-ramai melakukan PHK imbas penyebaran coronavirus. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,222 poin atau 0,22% ke level 100,828 pada pukul 13.07 WIB.

“Mungkin sulit bagi pasar untuk mencerna klaim pengangguran mingguan,” kata kepala riset pasar Jepang di JP Morgan Securities di Tokyo, Tohru Sasaki, dilansir Reuters. “Angka-angka buruk diprediksi dan dihargai sampai batas tertentu, tetapi ada orang yang berpikir hal-hal akan semakin buruk. Namun, pada akhirnya, ini dapat mendukung dolar AS karena investor memilih untuk membawa pulang uang mereka.”

Loading...