Rupiah Ditutup Menguat Jelang Rapat Federal Reserve

Rupiah ternyata mampu mempertahankan posisi di zona hijau meski indeks AS juga sedang dalam tren menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, Garuda mengakhiri transaksi Selasa (13/6) ini dengan penguatan sebesar 17 poin atau 0,13% ke level Rp13.291 per dolar AS.

Tren positif rupiah sudah berlangsung sejak awal dagang dengan 5 poin atau 0,04% ke posisi Rp13.303 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali mengalami apresiasi sebesar 14 poin atau 0,11% ke level Rp13.294 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.38 WIB, spot masih bertahan di zona hijau setelah naik 13 poin atau 0,10% ke posisi Rp13.295 per dolar AS.

Dari global, indeks dolar AS sebenarnya mampu bergerak naik di tengah fokus pada hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve yang berlangsung tengah pekan ini. Setelah dibuka menguat tipis 0,049 poin atau 0,05% ke posisi 97,187, mata uang Paman Sam kembali mengalami penguatan sebesar 0,060 poin atau 0,06% ke level 97,198 pada pukul 09.29 WIB.

Fokus pasar saat ini memang tertuju pada pertemuan yang dimulai pada Selasa waktu setempat. Dengan adanya antisipasi kenaikan suku bunga oleh The Fed, perhatian para cenderung pada petunjuk baru mengenai laju pengetatan lebih lanjut di bulan-bulan mendatang dan penilaian terhadap serta prospek inflasi.

“Mengingat bahwa risalah (dari pertemuan Fed terakhir) memuat banyak rincian, satu kemungkinan skenario adalah bahwa akan ada pengumuman pada bulan Juni dan akan dimulai pada bulan September,” ujar ahli strategi mata uang Mizuho Securities di Tokyo, Masafumi Yamamoto. “Jika hal tersebut terjadi, maka imbal hasil AS dan dolar mungkin akan bergerak semakin tinggi.”

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.294 per dolar AS, terdepresiasi tipis 2 poin atau 0,01% dibandingkan sebelumnya di level Rp13.292 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia bergerak naik terhadap greenback, dengan penguatan tertinggi dialami baht Thailand sebesar 0,25% dan ringgit Malaysia sebesar 0,19%.

Loading...