Rupiah Ditutup Menguat Jelang Konferensi Jackson Hole

mampu menutup perdagangan Kamis (24/8) ini di teritori ketika penguatan AS cenderung terbatas jelang pertemuan di Jackson Hole. Menurut catatan Index pukul 15.59 WIB, NKRI memungkasi transaksi dengan penguatan sebesar 13 poin atau 0,10% ke level Rp13.346 per .

Tren positif rupiah sudah berlangsung sejak awal dagang dengan dibuka naik 7 poin atau 0,06% di posisi Rp13.352 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali mengalami apresiasi sebesar 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.349 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.37 WIB, spot masih bertahan di zona hijau setelah menguat 11 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.348 per dolar AS.

Dari pasar global, indeks dolar AS sebenarnya mampu bergerak rebound pada perdagangan hari ini, meski diprediksi masih terbatas, menjelang pertemuan bank sentral global di Jackson Hole, Wyoming, AS. Pada pukul 10.21 WIB pagi tadi, mata uang Paman Sam berhasil menguat 0,139 poin atau 0,15% ke posisi 93,286 setelah sebelumnya dibuka di level 93,149.

Mata uang bergerak menguat setelah Presiden AS, , mengancam akan ‘membubarkan dan mengakhiri’ Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA). Trump pada Selasa (22/8) malam waktu AS mengatakan bahwa dia mungkin akan mengakhiri perjanjian perdagangan NAFTA dengan Meksiko dan Kanada setelah perundingan tiga arah gagal menjembatani perbedaan yang ada.

Pernyataan Trump tersebut muncul menjelang perdebatan di Kongres karena menaikkan plafon utang, dan menekan dolar AS pada perdagangan Rabu (23/8). Kongres akan memiliki sekitar 12 hari kerja sejak 5 September untuk menyetujui langkah-langkah pengeluaran, dan tenggat waktu juga semakin dekat untuk menaikkan batas utang yang dapat diperoleh pemerintah federal.

“Namun, saat ini potensi kenaikan dolar AS tampaknya masih terbatas menjelang pertemuan bank sentral global di Jackson Hole, Wyoming,” ujar Analis Valuta Asing Senior di Barclays, Shinichiro Kadota. “Dolar AS saat ini mungkin tidak memiliki bias arah yang jelas, setidaknya dalam jangka pendek.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di level Rp13.354 per dolar AS, 12 poin atau 0,09% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.342 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan penguatan tertajam menghampiri won Korea Selatan yang menguat 0,38% dan peso Filipina yang naik 0,30%.

Loading...