Kamis Sore, Rupiah Berhasil Menguat Jelang Bulan Puasa

Rupiah - mediaindonesia.comRupiah - mediaindonesia.com

JAKARTA – Setelah cenderung bergerak di area negatif sepanjang perdagangan Kamis (23/4), rupiah ternyata mampu bangkit ke zona hijau di detik-detik akhir , meski greenback masih relatif stabil di tengah rebound-nya minyak. Menurut laporan Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda ditutup menguat 35 poin atau 0,23% ke level Rp15.415 per AS menjelang bulan Ramadan.

Sementara itu, Bank Indonesia hari ini menetapkan kurs tengah atau kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) di posisi Rp15.630 per dolar AS, terdepresiasi 63 poin atau 0,4% dari perdagangan sebelumnya di level Rp15.567 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang turut terhadap greenback, dengan penurunan terdalam sebesar 0,32% dialami rupiah.

Dari , indeks dolar AS mampu mengungguli mata uang komoditas karena rebound harga minyak mentah dari keruntuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya belum mampu menenangkan yang terus mengkhawatirkan penurunan besar-besaran akibat virus . Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,115 poin atau 0,11% ke level 100,503 pada pukul 15.01 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, sebagian besar analis mengatakan sentimen masih mendukung mata uang AS karena wabah coronavirus mendorong depresi global, yang akan membuat investor untuk memilih keamanan menyimpan dana mereka dalam greenback. Dolar AS naik tipis terhadap dolar Kanada setelah penurunan pada hari Rabu (22/4) dan tetap stabil terhadap krone Norwegia.

“Dolar AS adalah sedikit karakter tipe phoenix, sepertinya terus kembali,” kata kepala strategi FX di National Australia Bank di Sydney, Ray Attrill. “Saya masih berpandangan bahwa reli dolar AS pada waktu yang dekat, tetapi masih ada tanda-tanda stres, dan tidak jelas bahwa kekurangan dolar AS telah diatasi oleh semua orang.”

Harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,1% menjadi 14,07 dolar AS per barel di perdagangan Asia pada hari Kamis. Pada hari Senin kemarin, harga minyak untuk pengiriman Mei sempat jatuh ke level terendah sepanjang sejarah di sekitar minus 40 dolar AS per barel, karena stok yang melimpah dan berkurangnya kapasitas ruang untuk menyimpannya.

Loading...