Rupiah ditutup Menguat, IHSG malah Anjlok

IHSG kacauPosisi terhadap pada sesi perdagangan hari ini (2/4). Berdasarkan data dari JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate), ditutup pada level Rp 13.000 per Dolar Amerika. Menguat sebanyak 43 basis poin daripada posisi penutupan hari kemarin di level Rp 13.034 perDolar Amerika. Menurut data Bloomberg, sempat mencapai posisi tertinggi di posisi Rp 12.981/USD dan sempat turun di titik terlemah pada level Rp 13.021/USD untuk perdagangan hari ini.

Nurul Eti Nurbaeti selaku Head of Research & Analysis dari BankBNI mengatakan bahwa berlanjutnya penguatan Rupiah hari ini merupakan imbas dari rilis data bulan Maret ini yang meluncur di bawah ekspektasi . “Selain itu, berkurangnya dominasi Dolar Amerika menjadi suatu sentimen global yang mengamankan penguatan Rupiah,” ujar Nurul.

Berbeda dengan Rupiah, kondisi IHSG sore ini ditutup melemah dan justru melanjutkan koreksi di tengah menguatnya bursa Asia menjelang libur paskah. IHSG tercatat melemah sejauh 10,47 poin atau sebesar 0,19% ke level 5.456,40. Sempat melaju di zona hijau, tak cukup kuat untuk membuat Indeks Gabungan selamat dari jalur merah pada penutupan hari ini. Tercatat ada sejumlah 137 yang bergerak naik, sisanya 147 malah turun, dan 97 masih stagnan. Nilai mencapai senilai 5,43 triliun rupiah dengan volume sebesar 5,89 miliar lot saham.

Loading...