Dolar Urung Tergelincir, Rupiah Ditutup Melemah

Rupiah - beritagar.idRupiah - beritagar.id

JAKARTA – Rupiah tetap gagal mengatrol posisi ke area hijau pada Rabu (13/11) sore, ketika indeks AS selamat dari zona merah menyusul komentar Trump mengenai kesepakatan dengan China. Menurut paparan Index pada pukul 15.57 WIB, Garuda berakhir melemah 0,18% ke level Rp14.079 per AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.082 per dolar AS, terdepresiasi 23 poin atau 0,16% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.059 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang juga takluk melawan , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,65% dialami won Korea Selatan.

Dari , indeks dolar AS memang cenderung bergerak lebih tinggi pada hari Rabu, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa kesepakatan perdagangan dengan China ‘deka’ meski tidak menawarkan rincian baru pada negosiasi untuk mengirim greenback lebih tinggi. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,101 poin atau 0,10% ke level 98,410 pada pukul 15.14 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, dalam pidato semalam di Economic Club of New York, Trump kembali memunculkan kritik usang terhadap karena gagal memangkas cukup dalam dan retorika tentang ‘kecurangan’ China dalam perdagangan. Namun dia mengatakan bahwa kesepakatan ‘bisa segera terjadi’. “Itu penuh dengan retorika dan detail ringan, membuat pasar tidak lebih bijaksana,” kata ahli strategi senior FX National Australia Bank, Rodrigo Catril.

Di belahan Bumi bagian selatan, mata uang Antipodean menginjak air menjelang keputusan penetapan suku bunga bank sentral Selandia Baru dan setelah data menunjukkan bahwa upah Australia sepanjang kuartal ketiga semakin melambat. Dolar Australia duduk di level 0,6842 terhadap greenback, sedangkan dolar Selandia Baru naik sedikit ke posisi 0,6335.

“Pemotongan suku bunga mungkin tidak akan berpengaruh banyak pada pasar, tetapi jika Anda mendapat ‘on-hold’, itu akan menjadi reaksi yang sangat besar di Negeri Kiwi,” tutur kepala strategi Westpac Bank di Auckland, Imre Speizer. “Untuk mendapatkan reaksi ke bawah, saya pikir mereka harus memotong dan kemudian memberi sinyal pemotongan lebih lanjut.”

Loading...