Rupiah Ditutup Melemah Meski Daya Tarik Dolar Berkurang

Pelemahan AS karena menurunnya daya tarik aset safe haven gagal dimanfaatkan untuk bergerak ke zona hijau. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, Garuda harus mengakhiri perdagangan Selasa (4/4) ini dengan pelemahan 6 poin atau 0,05% ke Rp13.331 per dolar AS, setelah betah di zona merah sepanjang hari.

Rupiah membuka dengan tipis 3 poin atau 0,02% ke posisi Rp13.328 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.330 per dolar AS. Jelang akhir dagang atau pukul 15.25 WIB, spot masih tertahan di zona merah usai turun 6 poin atau 0,05% ke posisi Rp13.331 per dolar AS, yang berlanjut hingga penutupan.

Pada perdagangan hari ini, indeks dolar AS sebenarnya cenderung bergerak turun seiring menyusutnya daya tarik aset safe haven di tengah penghindaran risiko oleh para pelaku pasar . Setelah dibuka melemah 0,040 poin atau 0,04% ke level 100,500, mata uang Paman Sam kembali terdepresiasi 0,090 poin atau 0,09% ke posisi 100,450 pada pukul 10.52 WIB.

Minat untuk aset berisiko telah terkikis pekan ini akibat sejumlah faktor, termasuk kegelisahan pasar menjelang pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump, dengan Presiden China, Xi Jinping. Pertemuan antara Donald Trump dengan Xi Jinping direncanakan berlangsung pada tanggal 6-7 April di Florida, sekaligus menjadi pertemuan tatap muka pertama sejak Trump menjabat pada 20 Januari 2017.

“Sulit untuk menentukan penyebab adanya sentimen negatif (terhadap dolar AS),” ujar Senior Currency Strategist di Brown Brothers Harriman, Masashi Murata. “Namun, hal itu tidak akan hilang hingga kemasygulan pasar terhadap pemerintahan Trump mereda, yang mungkin terjadi sampai pertemuan AS dan China selesai digelar.”

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.326 per dolar AS, turun 2 poin atau 0,01% dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp13.324 per dolar AS. Di saat yang sama, pergerakan mata uang Asia cenderung bervariasi terhadap , dengan pelemahan terdalam dialami rupee India sebesar 0,27% dan penguatan tertinggi menghampiri yen Jepang sebesar 0,32%.

Loading...