Rupiah Ditutup Melemah Jelang Putusan RDG BI

Sikap wait and see jelang putusan Rapat Dewan Gubernur membuat tidak mampu bergerak leluasa meski indeks AS kembali mengalami tren pelemahan. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda harus menutup transaksi Kamis (18/5) ini dengan pelemahan sebesar 32 poin atau 0,24% ke level Rp13.356 per AS.

Rupiah sudah bergerak negatif sejak awal dagang dengan dibuka turun 7 poin atau 0,05% ke posisi Rp13.331 per . Istirahat siang, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 16 poin atau 0,12% ke level Rp13.340 per . Jelang penutupan atau pukul 15.30 WIB, spot makin terbenam di zona merah setelah melorot 38 poin atau 0,29% ke posisi Rp13.362 per .

Dari pasar global, pergerakan indeks dolar AS sebenarnya masih dalam tren pelemahan seiring memburuknya situasi di AS yang cenderung akan menunda upaya Presiden Donald Trump untuk merealisasikan rencana-rencana stimulus ekonominya. Setelah dibuka di zona merah, greenback kembali turun 0,108 poin atau 0,11% pada pukul 07.44 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, Departemen Kehakiman AS menunjuk seorang mantan Direktur FBI sebagai penasihat khusus untuk menyelidiki kemungkinan kolusi antara tim kampanye Donald Trump pada tahun 2016 dengan Rusia. “Ketidakstabilan politik di AS mengguncang pasar dan Anda akan mengerem investasi ke Paman Sam ketika Anda melihat berita utama tersebut,” ujar Tokyo Branch Manager of State Street Bank, Bart Wakabayashi.

Namun, pergerakan dolar AS yang negatif gagal dimanfaatkan rupiah untuk bergerak menguat, selain karena aset safe haven lebih disukai, pasar domestik juga bersikap wait and see jelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Bank Indonesia diprediksi masih tetap mempertahankan suku bunga acuan BI 7-days-repo-rate di angka 4,75% yang akan diumumkan sore ini.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di level Rp13.342 per dolar AS, anjlok 37 poin atau 0,27% dibandingkan kemarin di posisi Rp13.306 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia bergerak melemah terhadap greenback, dengan pelemahan terdalam dialami won Korea Selatan sebesar 0,73%, disusul rupee India sebesar 0,35% dan dolar Taiwan sebesar 0,25%.

Loading...