Rupiah Ditutup Melemah Jelang Putusan RDG Bank Indonesia

Jelang hasil Rapat Dewan Indonesia, rupiah ternyata belum bisa menahan gempuran dolar yang terlalu kuat menyusul pernyataan yang mengatakan bahwa ekonomi AS cukup baik sehingga menjamin kenaikan suku bunga yang lebih tinggi. Menurut Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda harus menutup sesi dagang Kamis (19/1) ini dengan pelemahan sebesar 29 poin atau 0,22% ke level Rp13.376 per .

Rupiah sudah sejak awal dagang dengan dibuka turun 26 poin atau 0,19% ke posisi Rp13.373 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 10 poin atau 0,07% ke Rp13.357 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.42 WIB, spot masih tertahan di zona merah usai 25 poin atau 0,19% ke level Rp13.372 per dolar AS.

Rabu (18/1) malam waktu setempat, Gubernur The Fed, Janet Yellen, mengemukakan bahwa kenaikan suku bunga acuan secara bertahap masih masuk akal, didorong oleh inflasi yang mendekati target serta angka kerja yang positif. “Menunggu terlalu lama untuk mulai bergerak menuju suku bunga netral memiliki risiko adanya kejutan buruk ke depannya, seperti inflasi yang terlalu tinggi, ketidakstabilan keuangan, atau keduanya,” ujar Yellen.

“Dalam situasi seperti itu, kita dapat dipaksa untuk menaikkan suku bunga dengan cepat, yang pada gilirannya dapat mendorong ekonomi ke resesi baru,” sambungnya. “Bank sentral diharapkan dapat menaikkan suku bunga acuan jangka pendek beberapa kali dalam setahun hingga tahun 2019 mendatang.”

Pernyataan Yellen tersebut kontan membuat dolar AS jemawa sehingga mampu bergerak menguat hingga 0,31% ke level 101,24 pada pukul 13.41 WIB, usai dibuka di zona hijau. “Pernyataan Yellen memacu harapan untuk kenaikan suku bunga di bulan Maret 2017,” kata Pejabat Eksekutif Ichiyoshi Investment Management Co, Mitsushige Akino.

Sore ini, domestik menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga BI RR Rate di angka 4,75%. “Penting untuk menunggu respons Bank Indonesia terhadap situasi serta prospek inflasi domestik yang akan mulai naik,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta.

Loading...