Jumat Sore, Rupiah Berbalik Merah Ditutup Turun 0,02%

Rupiah - www.covesia.comRupiah - www.covesia.com

JAKARTA – gagal mempertahankan posisi di zona hijau pada Jumat (17/1) sore, ketika sejumlah data AS terbaru yang positif perlahan mampu mengatrol . Menurut catatan Index pada pukul 14.50 WIB, Garuda melemah tipis 2 poin atau 0,02% ke level Rp13.645 per AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan tengah berada di posisi Rp13.648 per dolar AS, menguat 10 poin atau 0,07% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.658 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang variatif terhadap greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,19% dialami won Korea Selatan dan pelemahan terdalam sebesar 0,17% menghampiri baht Thailand.

Dari , indeks dolar AS mampu bergerak lebih tinggi pada hari Jumat, karena data AS terbaru menyarankan ekonomi terbesar di dunia itu mampu mempertahankan laju pertumbuhan moderat pada akhir 2019. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,006 poin atau 0,01% ke level 97,326 pada pukul 13.14 WB, setelah kemarin sudah berakhir positif.

Seperti dilansir Reuters, penjualan ritel AS meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut pada bulan Desember 2019. Rumah tangga membeli berbagai barang, bahkan saat mereka mengurangi pembelian kendaraan bermotor. Hal ini mengindikasikan bahwa ekonomi mempertahankan laju pertumbuhan moderat di akhir tahun 2019.

Di sisi lain, jumlah orang AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun selama lima minggu berturut-turut pada pekan lalu, menunjukkan pasar tenaga kerja yang tetap kuat. Data lain menunjukkan aktivitas manufaktur di wilayah Mid-Atlantic AS rebound pada Januari 2020 ke level tertinggi dalam delapan bulan.

“Konsumen membuka pembatasan dan melakukan lebih banyak perjalanan berbelanja ke mal-mal di seluruh Amerika, yang memastikan pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) akan nyaman di atas 2% pada kuartal keempat,” kata kepala ekonom keuangan di MUFG Union Bank, Chris Rupkey. “Tidak ada yang membatasi ekspansi ekonomi ini.”

Loading...