Rupiah Ditutup Melemah 23 Poin Usai ECB Pangkas Suku Bunga Acuan

Respon negatif usai Bank Sentral () memangkas tingkat suku bungan acuan menjadi 0 persen ternyata juga berdampak buruk pada laju rupiah. Menurut Bloomberg Indeks pukul 15.59 WIB, akhir pekan ini (11/3) Garuda ditutup melemah 23 poin atau 0,18 persen ke level Rp13.075 per .

Sebelumnya, pada perdagangan Jumat pagi, mata uang Garuda dibuka melemah 58 poin atau 0,44 persen ke Rp13.110 per dolar AS. Lalu, rupiah kembali bergerak ke zona merah dengan 0,15 persen atau 20 poin ke level Rp13.072 per dolar AS pada pukul 14.37 WIB.

“Bank Sentral Eropa yang memilih untuk memangkas suku bunganya, walaupun masih ada pilihan stimulus lainnya, masih ditanggapi negatif investor pasar uang,” jelas Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra. “Pesan dari ECB itu membuat imbal hasil obligasi di pasar -negara berkembang cenderung tertahan. Kondisi ini lantas memengaruhi laju mata uang rupiah.”

Hal senada diutarakan Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, . Menurutnya, respon negatif usai ECB menurunkan tingkat suku bunga membuat nilai tukar euro terhadap dolar AS melemah. “Hal ini kemudian diikuti oleh sejumlah mata uang lainnya, yang otomatis berpengaruh pada rupiah,” papar Reza.

Terdepresiasinya rupiah juga diwartakan oleh . Pada pukul 16.20 WIB, mata uang Garuda dilaporkan melemah 93 poin atau 70 persen ke level Rp13.080 per dolar AS.

Loading...