Rupiah Diprediksi Bakal Melemah Jika The Fed Jadi Naikkan Suku Bunga

Rupiah - fajar.co.idRupiah - fajar.co.id

Jakarta pada pagi hari ini, Rabu (13/6) masih berada di level Rp 13.925 per AS berdasarkan dari Yahoo Finance pukul 1.39 AM BST. Kemarin, Selasa (12/6), rupiah berakhir terdepresiasi sebesar 34 poin atau 0,24 persen ke level Rp 13.966 per dolar AS.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah utama terpantau menguat. Di akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, dolar AS menguat 0,23 persen menjadi 93,820 pukul 20.00 GMT usai pertemuan antara pemimpin tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) Kim Jong Un dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Singapura berakhir.

Dalam pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tersebut menghasilkan sebuah yang ditandatangani oleh kedua pemimpin. Dalam tersebut membahas tentang berbagai isu yang menjadi perhatian dan bahasan utama dalam KTT bersejarah di antara kedua pemimpin.

“Presiden Trump dan Ketua Kim Jong-un melakukan pertukaran opini yang mendalam dan tulus tentang isu pembentukan hubungan Amerika Serikat dan DPRK (nama resmi Korea Utara) yang baru dan pembangunan rezim yang kuat dan bertahan lama di Semenanjung Korea,” demikian bunyi dokumen tersebut, seperti dilansir Okezone.

“Presiden Trump berkomitmen untuk memberikan jaminan keamanan kepada DPRK, dan Ketua Kim Jong-un menegaskan kembali komitmennya yang kuat dan tak tergoyahkan untuk menyelesaikan denuklirisasi di Semenanjung Korea,” sambungnya.

Tak hanya isu-isu tersebut, Trump dan Kim Jong Un juga menyepakati isu lainnya yang tercantum dalam dokumen, yakni mengenai jasad tahanan dan korban yang tewas selama Perang Korea termasuk pemulangan jasad yang sudah berhasil diidentifikasi. Trump sendiri sempat menuturkan bahwa ia percaya Kim Jong Un akan menepati kesepakatan tersebut dan memuji Kim sebagai seorang pemimpin berbakat.

Di sisi lain Federal Reserve kembali mengadakan rapat Federal Open Market Committee () pada 12-13 Juni 2018 ini. Menurut prediksi pasar, bank sentral AS akan kembali menaikkan acuannya dan mengumumkan hasil rapat pada Kamis (14/6) dini hari waktu Indonesia. Kenaikan AS biasanya bakal melemahkan rupiah. “Tren penguatan rupiah tak bertahan lama, jelang libur panjang akhirnya rupiah melemah,” ujar Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong, seperti dilansir Kontan.

Loading...