Jelang Rilis Data Inflasi, Rupiah Dibuka Menguat Tipis

Rupiah - indonesiainside.idRupiah - indonesiainside.id

JAKARTA – Rupiah mencoba lepas dari jeratan zona merah pada perdagangan Selasa (1/10) pagi menjelang rilis Indonesia terbaru. Menurut paparan Index, mata uang Garuda mengawali dengan menguat tipis 5 poin atau 0,04% ke level Rp14.190 per AS. Sebelumnya, spot harus ditutup melemah 22 poin atau 0,16% di posisi Rp14.195 per AS pada Senin (30/9) kemarin.

mengabaikan berita bahwa pemerintahan AS akan mempertimbangkan kembali rencana menghapus China yang terdaftar di pasar saham AS yang seharusnya menjadi sentimen positif untuk aset berisiko,” ujar Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim, dilansir Bisnis. “Hal ini membuat sentimen tetap rapuh.”

Sementara itu, Analis Monex Investindo Futures, Faisyal, mengatakan bahwa aksi demonstrasi lanjutan yang terjadi pada akhir pekan kemarin mendominasi koreksi rupiah. Unjuk rasa yang terus berlangsung dari pekan lalu membuat investor asing enggan masuk ke pasar dalam negeri dan cenderung memilih aset yang lebih aman.

Sedikit berbeda, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko, menuturkan bahwa nilai tukar rupiah masih akan terus menguat di tengah yang mengalami perlambatan. Rupiah terlihat menguat sebesar 0,9% point to point (ptp) dan 1,0% secara rata-rata pada September 2019 dibanding Agustus 2019.

“Nilai tukar rupiah masih mampu menghadapi situasi yang kurang kondusif tersebut dan masih tetap menguat sepanjang 2019,” ujar Onny. “Perkembangan nilai tukar rupiah waktu tahun 2018 terpuruk sampai Rp15 ribu, jadi saat ini ya masih cukup baik dan tetap kuat. rupiah juga cukup kuat dibandingkan dengan negara-negara emerging market lainnya.”

Saat ini, pasar dalam negeri sedang menantikan rilis data inflasi Indonesia bulan September 2019 yang akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sejumlah ekonom memperkirakan angka inflasi Indonesia akan cukup rendah, salah satunya karena minimnya tekanan untuk inflasi kuartal III. Bahkan, tidak sedikit yang memprediksi bulan September akan terjadi deflasi.

Loading...