Rupiah Dibuka Menguat, Namun Berbalik Tergelincir 1 Poin

Jakarta rupiah dibuka menguat sebesar 0,02 persen atau 3 poin ke Rp 13.320 per AS pada awal pagi hari ini, Rabu (31/5). Sayangnya hanya dalam hitungan detik Garuda kemudian berbalik melemah tipis 0,01 persen atau 1 poin ke level Rp 13.324 per dolar AS. Sebelumnya rupiah berakhir 3 poin atau 0,02 persen ke Rp 13.323 per dolar AS usai bergerak di rentang Rp 13.309 hingga Rp 13.342 per dolar AS.

Pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS terpantau melemah 0,17 persen ke 97,277. Hal ini disebabkan lantaran para berupaya untuk mempertimbangkan rilis ekonomi di .

rumah Amerika Serikat naik sebesar 5,8 persen, lebih rendah di bawah ekspektasi untuk bulan Maret, menurut data dari Indeks Rumah Nasional AS S&P/Case-Shiller. Sementara itu Indeks Kepercayaan Konsumen dari The Conference Board untuk bulan Mei ada di posisi 117,9, lebih rendah dari bulan April sebesar 119,4 dan tak berhasil memenuhi konsensus pasar sebesar 119,0.

Ditambah lagi, Presiden The Fed Dallas Robert Kaplan menuturkan jika pertumbuhan ekonomi AS menurutnya tetap mendekati 2 persen, bukan 3 persen atau lebih dari perkiraan pemerintahan Trump. “Masalahnya adalah pertumbuhan angkatan kerja sangat lamban dan akan terus lamban dalam 10 tahun ke depan, karena populasinya menua dan pertumbuhan tenaga kerja sedang melambat,” ungkapnya.

Meski demikian, rupiah kemungkinan akan tertekan seiring tingginya permintaan dolar AS selama bulan Ramadan. “Selain itu, tekanan jual yang konsisten di pasar saham serta permintaan dolar tinggi jelang Ramadan juga membantu depresiasi rupiah,” ujar Rangga Cipta, Analis Samuel Sekuritas Indonesia.

Di sisi lain, berdasarkan data Thomson Reuters, para pelaku pasar kini tengah memprediksi sekitar 86,6 persen kemungkinan kenaikan suku bunga AS sebesar seperempat poin oleh The pada pertemuan selanjutnya.

Loading...