Selasa Pagi, Rupiah Dibuka Menguat Jelang Laporan Inflasi

rupiah - www.voaindonesia.comrupiah - www.voaindonesia.com

JAKARTA – masih bertahan di area hijau pada Selasa (1/9) pagi jelang pengumuman data inflasi Indonesia bulan Agustus 2020. Menurut paparan Index, Garuda memulai transaksi dengan menguat 28 poin atau 0,19% ke level Rp14.535 per . Sebelumnya, spot sudah ditutup naik 69 poin atau 0,47% pada Senin (31/8) kemarin.

Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan akan mengumumkan Indeks Konsumen (IHK) Indonesia untuk bulan Agustus 2020. Setelah mengalami deflasi sebesar 0,10% pada bulan sebelumnya, kali ini sejumlah ekonom memperkirakan akan terjadi inflasi, namun masih kisaran yang rendah karena belum sepenuhnya pulih.

“Pada bulan Agustus 2020, inflasi Indonesia akan berada di kisaran 0,15% secara bulanan dan 1,65% secara tahunan,” tutur Ekonom Bank UOB, Enrico Tanuwidjaja, dilansir dari Bisnis. “Inflasi yang berada di bawah ambang batas 2% pada rentang target 2% hingga 4% oleh Bank Indonesia menandakan permintaan masyarakat yang masih minim.”

Hampir senada, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah, juga menuturkan bahwa pada Agustus 2020, Indonesia akan mengalami inflasi namun sangat rendah, sebesar 0,01% secara bulanan. Ada beberapa hal yang menyebabkan inflasi, antara lain libur panjang 17-an, permintaan jasa dan yang tinggi, serta pola musiman.

“Libur 17-an ini mendorong sebagian masyarakat untuk berwisata. Kedua, ini disebabkan oleh permintaan jasa kesehatan dan perawatan pribadi yang masih tinggi di tengah wabah COVID-19 sehingga menyumbang inflasi,” kata Piter, disalin dari Kontan. “Terakhir, ini sesuai dengan pola musiman. Pada bulan Agustus 2020, biasanya memang terjadi inflasi dengan disumbang oleh kelompok jasa pendidikan.”

Sementara itu, dari global, indeks dolar AS kembali turun, merespons kebijakan terbaru dari bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed). Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,218 poin atau 0,24% ke level 91,926 pada pukul 09.02 WIB, melanjutkan pelemahan di sesi sebelumnya sekaligus terburuk dalam waktu lebih dari dua tahun terakhir.

Loading...