Rupiah Dibuka Menguat Ditopang Kenaikan Harga Komoditas

Rupiah masih mampu bergerak pada awal Selasa (11/4) ini, ditopang oleh kenaikan komoditas dan aliran dana asing ke instrumen . Seperti dilaporkan Bloomberg Index, Garuda membuka hari ini dengan 6 poin atau 0,05% ke level Rp13.280 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.44 WIB, spot kembali menguat tipis 2 poin atau 0,02% ke Rp13.284 per dolar AS.

“Harga melanjutkan tren penguatan, bukan hanya karena serangan AS ke Suriah, tetapi kembali ditutupnya ladang di Libya,” jelas Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Secara umum, aset safe haven masih menjadi incaran, yang terlihat dari penguatan harga emas dan US Treasury meski indeks dolar AS tertekan akibat penguatan euro menyusul kembali naiknya Sentix Sentiment Zona Euro.”

Seperti diberitakan Reuters, hari ini harga minyak jenis Brent, yang merupakan patokan , merangkak naik 74 sen menjadi 55,98 dolar AS per barel, tidak jauh dari posisi tertinggi dalam satu bulan di level 56,08 dolar AS per barel pada akhir pekan lalu (7/4). Sementara, harga minyak jenis WTI di AS juga melonjak 84 sen ke posisi 53,08 dolar AS per barel.

Sharara, ladang minyak terbesar di Libya, ditutup pada Minggu (9/4) waktu setempat setelah kelompok orang memblokir pipa yang menghubungkan ke terminal minyak. Padahal, lapangan ini baru saja kembali berproduksi setelah sebelumnya terhenti selama seminggu pada awal April lalu. Harga minyak juga kembali naik setelah AS menembakkan rudal ke sebuah pangkalan udara milik Pemerintah Suriah.

“Meski produksi minyak Suriah hanya sedikit berkontribusi, namun posisi Timur Tengah adalah rumah bagi lebih dari seperempat produksi minyak dunia,” ujar Analis Price Futures Group di Chicago, Phil Flynn. “Ada beberapa masalah geopolitik pada saat ini. Selain itu, Libya tidak memproduksi minyak sehingga menambah bullish di pasar.”

Loading...