Geger Aplikasi TikTok, Rupiah Dibuka Menguat 65 Poin

Rupiah - www.liputan6.comRupiah - www.liputan6.com

Rupiah terpantau bangkit pada perdagangan Selasa (4/8) pagi, ketika sentimen global diwarnai ketegangan baru antara AS dan China terkait TikTok. Menurut data Index, mata uang Garuda dibuka menguat 65 poin atau 0,45% ke level Rp14.565 per AS. Sebelumnya, spot harus ditutup melemah 30 poin atau 0,21% di posisi Rp14.630 per AS pada Senin (3/8) kemarin.

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, seperti dilansir , menuturkan bahwa ada sejumlah faktor yang menyebabkan pelemahan rupiah pada sesi sebelumnya. Dari dalam negeri, perpanjangan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta hingga dua pekan ke depan mungkin dapat berakibat fatal terhadap pertumbuhan (PDB) kuartal II 2020.

“Terdapat kemungkinan penurunan, bahkan kontraksi, sehingga Indonesia bisa masuk dalam fase resesi,” kata Ibrahim. “Untuk menghindari resesi tersebut, Gubernur DKI Jakarta harus berani menjadikan masa PSBB transisi selama dua minggu ke depan menjadi masa PSBB New sehingga perekonomian kembali normal dan menggenjot laju pertumbuhan.”

Sementara, dari sektor eksternal, pelaku tengah mengawasi ketegangan yang meningkat antara Washington dan Beijing di banyak bidang, termasuk perdagangan, , dan geopolitik. Dalam beberapa hari terakhir, Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan melarang TikTok, aplikasi yang dijalankan oleh ByteDance China. “Rupiah hari ini akan bergerak fluktuatif dan mungkin ditutup melemah di kisaran 30 sampai 50 poin,” sambung Ibrahim.

Hampir senada, Head of Economics Research Pefindo, Fikri C. Permana, sebagaimana dikutip Kontan, juga memprediksi rupiah masih akan bergerak negatif pada perdagangan kali ini. Sentimen penggerak rupiah masih datang dari kemungkinan semakin panjangnya pemulihan ekonomi global dan nasional. Dia pun memperkirakan spot akan bergulir di kisaran Rp14.550 hingga Rp14.750 per dolar AS dengan kecenderungan melemah.

Loading...