Bertahan di Zona Hijau, Rupiah Dibuka Menguat 1 Poin

Rupiah - bisnis.tempo.coRupiah - bisnis.tempo.co

JAKARTA – Meski semakin menipis, masih sanggup bertahan di area hijau ketika mengawali Selasa (26/11) pagi. Menurut laporan Bloomberg Index, mata uang Garuda membuka dengan menguat tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp14.085 per AS. Sebelumnya, spot berakhir naik 6 poin atau 0,04% di posisi Rp14.086 per AS pada Senin (25/11) kemarin.

“Pasar mencerna komentar dari Presiden AS, Donald Trump, tentang China, yang meningkatkan harapan bahwa kedua belah pihak akan menandatangani kesepakatan perdagangan segera sehingga mendorong rupiah menguat,” ujar Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim, dilansir Bisnis. “Pada perdagangan hari ini, rupiah bakal kembali menguat di kisaran Rp14.055 per dolar AS hingga Rp14.105 per dolar AS.”

Hampir senada, ekonom Bank Permata, Josua Pardeden, menuturkan, kabar bahwa China akan menekan pelanggaran atas hak kekayaan intelektual, seperti AS, menjadi tenaga bagi rupiah. Dengan keinginan dari Negeri Tirai Bambu ini, ujar Josua, tensi perang dagang dapat sedikit melunak.

Sementara itu, ahli strategi makro DBS Bank Singapura, Chang Wei Lang, memaparkan bahwa pasangan dolar AS/rupiah cukup sempit, karena pasar mengantisipasi kesimpulan untuk pembicaraan perdagangan fase pertama AS dan China. Menurutnya, rupiah akan bergerak konsolidasi di kisaran Rp14.000 per dolar AS hingga Rp14.200 per dolar AS seiring dengan perbedaan yang mendukung.

Sedikit berbeda, analisis CNBC menuliskan bahwa nilai tukar rupiah terhadap pada perdagangan hari ini tampaknya akan melemah. Pasalnya, tanda-tanda depresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). Pasar NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan di pasar spot. Karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

NDF sebelumnya murni dimainkan oleh investor asing, yang mungkin kurang mendalami kondisi fundamental perekonomian Indonesia. Bank Indonesia pun kemudian membentuk pasar DNDF. Meski tenor yang disediakan belum lengkap, tetapi ke depan diharapkan terus bertambah. Dengan begitu, psikologis yang membentuk rupiah di pasar spot diharapkan bisa lebih rasional karena instrumen NDF berada di dalam negeri.

Loading...