Rupiah Dibuka Menguat 0,43% Imbas Government Shutdown AS

Rupiah - fajar.co.idRupiah - fajar.co.id

JAKARTA – Government shutdown AS yang masih berlangsung membuat makin beringas pada pembukaan Kamis (24/1) ini. Menurut catatan Index, Garuda mengawali dengan menguat 61 poin atau 0,43% ke level Rp14.127 per AS. Sebelumnya, spot sudah berakhir naik 32 poin atau 0,23% di posisi Rp14.188 per AS pada Rabu (23/1) kemarin.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau bergerak lebih rendah pada transaksi Kamis pagi. Mata uang Paman Sam melemah 0,064 poin atau 0,07% menuju level 96,059 pada pukul 08.19 WIB, setelah dibuka turun 0,054 poin di posisi 96,069. Sebelumnya, kemarin sudah berakhir terdepresiasi 0,180 poin atau 0,19% di 96,123.

“Penghentian pemerintahan atau government shutdown di AS yang tidak kunjung usai menekan Negeri Paman Sam, sekaligus menopang laju mata uang Garuda,” jelas ekonom Bank Permata, Josua Pardede, dilansir Kontan. “Selain itu, mentah yang tertekan juga bisa mengatrol nilai tukar rupiah.”

Seperti diketahui, harga minyak mentah dunia tergelincir pada Rabu waktu AS, karena keinginan Uni Eropa untuk menghindari pemberlakuan sanksi perdagangan AS terhadap Iran, setelah Negeri Paman Sam keluar dari perjanjian nuklir. Selain itu, pelemahan harga bensin di AS juga turut menekan harga minyak mentah.

Harga minyak berjangka Brent melemah 0,35 dolar AS atau 0,6% menuju level 61,14 dolar AS per barel. Pelemahan juga terjadi pada harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret sebesar 0,39 dolar AS atau 0,7% menjadi 52,62 dolar AS per barel pada Kamis pagi waktu Indonesia.

Analis Monex Investindo Futures, Faisyal, menambahkan bahwa perkembangan perang dagang antara AS dan turut mengangkat rupiah. Terlebih, pihak Gedung Putih telah membantah isu pembatalan pertemuan kedua negara adikuasa ini pada akhir Januari mendatang. “Posisi rupiah juga kian kokoh setelah pemerintah mengeluarkan stimulus untuk menopang ekonomi,” kata Faisyal.

Loading...