Rupiah Dibuka Melemah Jelang Dimulainya FOMC Meeting

kembali bergerak pada awal dagang hari ini (14/3) menjelang dimulainya meeting yang hampir dipastikan menaikkan acuan. Seperti dilaporkan Bloomberg Index, mata uang Garuda memulai hari ini dengan turun 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.360 per . Kemudian, pada pukul 08.59 WIB, spot kembali terdepresiasi 2 poin atau 0,02% ke posisi Rp13.358 per dolar .

“Potensi pelemahan rupiah terbuka lebar, terutama jelang pertemuan FOMC, yang kemungkinan membuat pergerakan rupiah dapat berfluktuasi tinggi seiring maraknya aksi spekulasi pada pembelian dolar AS,” jelas Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada. “Sentimen-sentimen yang ada tampaknya juga tidak mampu membuat laju rupiah bergerak positif.”

Ditambahkan Reza, respons yang positif terhadap pengumuman data-data ketenagakerjaan Paman Sam pada akhir pekan lalu juga membuat pergerakan dolar AS cenderung berbalik menguat. “Rupiah kemungkinan bergerak pada kisaran support Rp13.384 per dolar AS dan resistance Rp13.326 per dolar AS,” sambung Reza.

Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta, memaparkan bahwa indeks dolar AS bergerak stabil meski yield US Treasury kembali naik menjelang dimulainya FOMC meeting yang hampir dipastikan menaikkan FFR target. Fokus pasar saat ini perlahan mulai beralih pada percepatan setelah di Maret 2017 dan pertemuan Bank of Japan pada Kamis (16/3) siang.

“Setelah The Fed dan ECB (Bank Sentral Eropa) cenderung hawkish, penting ditunggu pandangan Bank of Japan terhadap perekonomian Negeri Sakura,” ujar Rangga. “Volatilitas akan tetap tinggi di minggu ini melihat potensi kejutan dari pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen. Namun, data neraca perdagangan yang dirilis Jumat diperkirakan surplus sehingga bisa menjadi katalis bagi rupiah.”

Loading...