Rupiah Dibuka Melemah 18 Poin Selepas Libur Paskah

Rupiah Melemah - sindonews.com

harus bergerak melemah pada awal perdagangan Senin (2/4) ini selepas libur panjang terkait perayaan Paskah. Seperti dipaparkan Bloomberg Index, Garuda membuka transaksi hari ini dengan melemah 18 poin atau 0,13% ke level Rp13.746 per . Pada perdagangan sebelumnya, spot ditutup di posisi Rp13.728 per AS.

Sejumlah analis sendiri memperkirakan, mata uang domestik bakal bergerak terbatas terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, seiring masih minimnya sentimen dari luar negeri. Hari ini sebenarnya terdapat rilis data ISM manufacturing PMI dari AS. Namun, data tersebut dinilai tidak terlalu memengaruhi pergerakan rupiah.

“Di samping itu, masih liburnya sejumlah dunia juga memengaruhi minimnya pergerakan mata uang secara global,” papar analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong, seperti dikutip Kontan. “Pergerakan rupiah lebih banyak disokong oleh faktor teknikal, tetapi perlahan kembali ke fase stabil setelah ketegangan antara AS dengan China mulai mereda.”

Sementara, dari dalam negeri, para pelaku saat ini sedang menantikan data bulan Maret 2018 yang direncanakan diumumkan siang nanti. Bank memperkirakan, Indonesia selama bulan kemarin sebesar 0,11% secara bulanan atau month to month, dan 3,31% secara tahunan atau year on year.

Hal ini berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh bank sentral di 82 kota Indeks Konsumen (IHK) dan 164 pasar di seluruh wilayah Indonesia. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Februari 2018, inflasi secara bulanan sebesar 0,17%, sedangkan inflasi secara tahunan sebesar 3,18%.

Sementara itu, sejumlah ekonom memprediksi inflasi Indonesia di bulan Maret 2018 akan rendah karena harga pangan yang relatif terjaga. Beberapa daerah diketahui sudah memasuki masa panen sehingga harga pangan, terutama beras, turun. “Pada Maret, akan ada efek panen untuk makanan, yang menyebabkan harga pangan relatif terjaga,” ujar ekonom Samuel Asset Management, Lana Soelistyaningsih.

Loading...