Rupiah dan IHSG Masih Berada di Jalur Merah

Rupiah Turun Dolar NaikPosisi Rupiah pada akhir Kamis sore ini (6/8) melemah. Berdasar data dari Indeks Blomberg, Rupiah 14 basis poin dari posisi penutupan kemarin hingga menyudutkan Rupiah ke level Rp 13.529 per AS dari semula Rp 13.515 per AS. Sedangkan menurut referensi (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) Bank Indonesia menempatkan Rupiah pada level penutupan di Rp 13.529 per AS, melemah 12 poin dari posisinya kemarin di level Rp 13.517 per AS.

Mata uang Garuda diduga mengalami kemerosotan akibat terkena imbas dari perlambatan ekonomi Indonesia yang terjadi pada kuartal kedua lalu. Data dari domestik bruto (PDB) Indonesia pada triwulan ke-2 tahun ini mengisyaratkan peningkatan sebesar 4,67%, sedikit lebih rendah dari periode yang sama di tahun 2014 lalu yang mencapai 5,03%. Namun, laju ekonomi Indonesia kali ini sebenarnya telah melampaui proyeksi yang memprediksi hanya akan bertahan di kisaran 4,61% hingga 4,65%.

Kabar tak jauh berbeda juga datang dari Indeks harga saham Gabungan (IHSG) yang kembali loyo hingga melemah di akhir penutupan sesi perdagangan hari ini. IHSG tercatat turun 0,63% ke level 4.820,18 diduga akibat melemahnya terhadap Serikat. Tak mampunya Rupiah membalik keadaan dikarenakan belum adanya penguatan fundamental atau pun teknikal yang jelas hingga dapat mendongkrak posisi Rupiah.

Loading...