Rupiah Berpotensi jadi Mata Uang terlemah Asia

Rupiah turun anjlokMenyusul rencana kenaikan acuan oleh tampaknya akan membuat mayoritas mata uang di -negara berkembang dalam pergerakan selanjutnya semakin bergerak terhadap . Mengutip dari laman Reuters pada hari Sabtu kemarin (12/4), beberapa Analis mengatakan bahwa dampak kebijakan The Fed ini sudah terasa cukup mengguncangkan mata uang negara berkembang di , meski sebenarnya kabar kapan The Fed akan memberlakukannya masih simpang siur.

Survei Reuters yang melibatkan beberapa analis keuangan membuahkan kesimpulan bahwa mata uang negara-negara berkembang akan mengalami masa sulit dalam 10 tahun ke depan. Survei yang diikuti oleh 30 pakar ini juga menunjukkan bahwa masih akan memimpin pelemahan negara berkembang di Asia. diprediksi masih akan melemah sekitar 5% dalam 12 bulan ke depan. Dikatakan juga bahwa pelemahan tersebut akan disusul oleh Korea Selatan yang turun sekitar 4%.

Rupiah yang diketahui telah melemah sebesar 9,3% terhadap Amerika sejak Juni 2014 lalu. Para analis memprediksi Rupiah akan diperdagangkan pada kisaran Rp 13.611 perDolar dalam setahun ke depan. Laju yang sempat turun meski masih terbilang tinggi menunjukkan bahwa Rupiah masih menguat cukup baik. Rupiah ditutup pada posisi Rp 12.985 perDolar pada akhir pecan ini.

Loading...