Rupiah Berpeluang Rebound Jelang Rilis FOMC Meeting

www.bloomberg.com

Usai melemah dalam beberapa hari terakhir, rupiah berpeluang mengembalikan tren penguatan pada Rabu (27/7) ini. Ruang penguatan rupiah terbuka meski terbatas di tengah sentimen pelemahan dolar AS jelang rilis FOMC meeting.

Seperti dilaporkan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan sebesar 15 poin atau 0,11% di posisi Rp13.160 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.38 WIB, Garuda kembali 43 poin atau 0,33% ke level Rp13.132 per dolar AS.

“Ruang penguatan rupiah terbuka meski terbatas di tengah sentimen pelemahan dolar AS jelang rilis FOMC meeting,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Sementara dari , isu reshuffle kabinet juga berpeluang mengangkat optimisme terhadap kinerja ke depan.”

Ditambahkan Rangga, setelah sempat , indeks dolar AS kembali melemah usai costumer confidence index AS diumumkan turun. Hal itu membuat harapan kenaikan FFR target menjadi semakin kecil. “Jika Janet (Gubernur ) lebih pesimistis dalam pidatonya nanti, sentimen pelemahan dolar AS berpeluang berlanjut,” sambung Rangga.

Sedikit berbeda, Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengungkapkan bahwa meski indeks dolar AS terpantau melemah, namun data AS bisa mendukung potensi kenaikan The Fed. “Pasar masih yakin The Fed akan naik minimal satu kali di bulan Desember,” kata Josua.

“Sementara dari sisi domestik, belum ada sentimen yang cukup kuat untuk menggerakkan rupiah,” sambungnya. “Rupiah kemungkinan akan melemah di kisaran Rp13.100 hingga Rp13.200 per dolar AS.”

Loading...