Rupiah Berpeluang Menguat Usai Dolar AS Tertekan Kenaikan Harga Minyak

Harga yang tajam hingga Kamis (26/5) dini hari WIB membuat laju dolar AS tersendat. Karena itu, pada perdagangan hari ini, diramal berpeluang setelah sebelumnya harus ditutup tipis pada perdagangan Rabu (25/5) sore.

Menurut laporan Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka menguat 15 poin atau 0,11% di posisi Rp13.622 per dolar AS. Kemudian, Garuda kembali terapresiasi 14 poin atau 0,10% ke level Rp13.623 per dolar AS pada pukul 08.27 WIB.

“Indeks dolar AS yang kembali melemah seiring dengan harga minyak yang naik tajam semalam berpeluang menjaga sentimen penguatan rupiah pada perdagangan hari ini,” ulas Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Imbal hasil surat utang negara (SUN) juga , yang menandakan bahwa faktor kenaikan harga minyak justru berpengaruh terhadap harga SUN.”

Untuk diketahui, penguatan dolar AS tertahan seiring persediaan minyak mentah AS yang turun melebihi perkiraan sehingga mendorong harga minyak jenis Brent naik mendekati level 50 dolar AS per barel. Sementara, patokan minyak mentah jenis WTI untuk pengiriman Juli naik 94 sen dan berakhir di posisi 49,56 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Ditambahkan Rangga, optimisme bahwa tax amnesty bisa dilaksanakan pada Juli 2016 juga sedikit mengurangi ketidakpastian yang ada di pasar keuangan. “Yang perlu diwaspadai adalah tekanan pelemahan rupiah yang biasanya tinggi menjelang FOMC meeting yang dijadwalkan pada 14 Juni hingga 15 Juni mendatang,” sambung Rangga.

Loading...