Rupiah Berhasil Pertahanan Posisi di Bawah Rp 13.000 hingga Sesi Penutupan

MARKETS-PRECIOUS/Rupiah tercatat pada sesi antar bank lokal hari ini (Selasa, 24/3) di Jakarta. Tercatat Rupiah ditutup di posisi Rp 12.929 perDolarnya, menguat sebesar 93 basis poin dari posisi penutupan kemarin di level Rp 13.022 per Amerika. “Indeks Amerika masih mendapatkan tekanan setelah salah satu data ekonomi (dari) Amerika Serikat yakni (tentang) penjualan rumah sudah 2 kali berada di bawah ekspektasi pasar,” ujar Rully Nova, Pengamat pasar global Himpunan Bank Saudara, saat diwawancara oleh awak media di Jakarta Sore ini. Rully juga mengatakan bahwa hasil rapat kebijakan moneter mengindikasikan belum adanya kenaikan dalam waktu dekat, inilah yang mendorong sentimen negatif terhadap .

Faktor dari dalam negeri, yaitu cadangan devisa Indonesia per akhir Februari 2015 sebesar 115,5 M, dirasa masih berada di atas standar kecukupan internasional turut mendukung penguatan posis Rupiah di pasar global. “Cadangan devisa sebesar itu ( 115,5 M) mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga perekonomian Indonesia untuk tumbuh berkelanjutan,” tegas Rully. Masih dari tanggapan Rully, aksi Bank Indonesia yang mempertahankan BI Rate sebesar 7,50% dinilai sejalan dengan upaya untuk mencapai sasaran ±1% pada tahun 2015 dan 2016.

Di sisi yang berbeda, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini justru mencatat pergerakan Rupiah yang melemah ke posisi Rp 13.076 per Dolarnya, lebih rendah dari posisi kemarin yaitu di level Rp 12.972 perDolar Amerika.

Loading...