Rupiah Bergerak Positif, Pasar Harus Tetap Awas

Stagnasi yang dialami oleh USD rupanya berdampak cukup terhadap nilai . Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah dibuka pada level Rp. 13.635 dan pada pukul 10:00 WIB bergeser ke angka Rp. 13.546 terhadap USD. Dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada pada level Rp. 13.669, posisi ini merupakan suatu hal yang .

Berdasarkan data , hari ini nilai rupiah terhadap USD hari ini berada pada angka Rp. 13.555, 108 poin dibandingkan dengan data kemarin yaitu Rp, 13.623.
Berdasarkan nilai kurs transaksi , nilai kurs rupiah terhadap USD adalah Rp. 13.526 untuk kurs beli dan Rp. 13.662 untuk kurs jual.

Pergerakan positif nilai Rupiah terhadap USD hari ini diharapkan mampu melahirkan untuk selanjutnya.
Dari info seputar saham di website resmi Liputan6 dot com, sentimen positif dari internal mendukung terjadinya penguatan Indeks Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Hal itu didukung oleh data ekonomi makro dan penguatan nilai tukar rupiah.

IHSG naik 68,12 poin atau 1,53 persen ke level 4.533,08. Indeks saham LQ45 menguat 1,98 persen ke level 777,53. Sebagian besar indeks saham acuan meningkat, kecuali pada indeks saham DBX turun 0,06 persen ke level 670,59.

uang rupiahMeskipun demikian, seperti dilansir di Sindonews, kepala riset PT NH Securities Indonesia, menyampaikan agar para pelaku tetap mencermati sentimen yang berlangsung, sebab data-data yang ada di awal ini belum dapat memenuhi harapan para pelaku . Selain itu, Ia menambahkan bahwa Rupiah masih memiliki peluang untuk mengalami pelemahan meskipun juga tidak menutup kemungkinan adanya peluang kenaikan.

Secara global, kenaikan nilai kurs Rupiah hari ini adalah imbas dari terkoreksinya USD terhadap Yen dan Euro.
Euro menguat 0.3% dan tiba di angka 1.1035/USD dan 0.1% terhadap Yen dan tiba di angka 132.80. Sementara itu USD tergelincir sebesar 0.1% terhadap Yen hingga berada pada angka 120.45. Indeks USD turun 0.2% menjadi 96.75.

Ahli strategi mata uang di BNZ, Raiko Shareef, seperti dilansir di Reuters menyatakan bahwa sebagian besar nilai mata uang sedang mengalami stagnasi. Hal ini disebabkan oleh sikap para investor yang nampaknya sedang berada dalam pola holding menjelang berita pasar pekan ini.

Loading...