Rupiah Berbalik Menguat ke Level Rp 14.028/USD di Awal Perdagangan

Rupiah - www.liputan6.comRupiah - www.liputan6.com

Jakarta mengawali pagi hari ini, Jumat (11/5) dengan penguatan 56 poin atau 0,40 persen ke level Rp 14.028 per AS. Sebelumnya, Rabu (9/5) mata uang Garuda ditutup terdepresiasi sebesar 32 poin atau 0,23 persen ke posisi Rp 14.084 per AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur gerak the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS melemah 0,41 persen menjadi 92,657 usai indeks (IHK) yang dirilis tidak sesuai dengan perkiraan .

Pada Kamis (10/5), Departemen Amerika Serikat melaporkan bahwa indeks harga konsumen untuk seluruh konsumen perkotaan naik 0,2 persen pada April 2018 dengan basis yang disesuaikan secara musiman, di bawah prediksi pasar dengan kenaikan sebesar 0,3 persen.

Kemudian selama 12 bulan terakhir, indeks semua barang mengalami kenaikan 2,5 persen sebelum disesuaikan secara musiman. Indeks untuk semua barang, tanpa makanan dan energi naik 0,1 persen pada April 2018, di bawah konsensus pasar untuk peningkatan sebesar 0,2 persen. Pertumbuhan harga yang lebih lemah dari ekspektasi ini rupanya mengurangi harapan terkait kemungkinan bahwa The Fed akan meningkatkan suku bunga acuannya dalam laju yang lebih cepat.

Dari dalam negeri, rupiah diprediksi akan bergerak secara mixed dengan kecenderungan menguat terhadap dolar AS pada kisaran angka Rp 13.975 hingga Rp 14.145 per USD. Menurut Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama, secara teknikal rupiah menunjukkan pola bearish pin bar candle yang menunjukkan kemungkinan koreksi wajar bagi dolar AS. “Maka dari itu, rupiah diprediksikan bergerak secara mixed dengan kecenderungan menguat terhadap dolar AS,” ujar Nafan, seperti dilansir iNews.

Di tengah kondisi global yang tidak menentu, Bank Indonesia (BI) pun berupaya melakukan intervensi supaya rupiah tetap stabil terhadap dolar AS. Oleh sebab itu data cadangan April 2018 turun 1,1 miliar dolar As menjadi 124,9 miliar dolar AS dari posisi sebelumnya di angka 126 miliar dolar AS.

Para pelaku pasar pun memperkirakan jika BI akan menaikkan 7-Day Repo Rate-nya hingga 50 basis poin. Menurut Nafan, langkah ini diharapkan dapat menjaga posisi rupiah di pasar spot dalam menghadapi penguatan dolar AS dalam jangka panjang.

Loading...