Rupiah Berbalik Menguat di Akhir Dagang Jelang Long Weekend

mampu membalikkan posisi pada penutupan perdagangan Kamis (31/8) ini menjelang long weekend yang bertepatan dengan momen Idul Adha. Menurut laporan Index pukul 15.54 WIB, NKRI memungkasi transaksi dengan penguatan tipis sebesar 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.342 per .

Sebelumnya, pada perdagangan Rabu (30/8) kemarin, rupiah berakhir melemah 6 poin atau 0,04% ke posisi Rp13.346 per dolar AS. Kemudian, sepanjang perdagangan hari ini, mata uang Garuda bergerak di kisaran Rp13.340 hingga Rp13.354 per dolar AS, setelah sebelumnya dibuka terdepresiasi 4 poin atau 0,03% di level Rp13.350 per dolar AS.

Dari , indeks dolar AS terus melanjutkan tren positif karena tersulut laporan pertumbuhan Paman Sam yang mengalami kenaikan. Sejak pengumuman angka pertumbuhan kuartal kedua kemarin, indeks dolar AS bangkit dari kisaran level terendah dengan menuju posisi 92,99 pada pagi hari, naik dibandingkan posisi awal pekan di level 92,21.

Berdasarkan data Departemen Perdagangan AS, domestik bruto (PDB) pada kuartal kedua yang direvisi meningkat 3,0% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang sebesar 2,6%, menyusul peningkatan belanja konsumen serta bisnis yang kuat. Menambah sentimen positif, pengusaha sektor swasta di itu membuka 237.000 lapangan kerja baru di bulan Agustus, melebih ekspektasi ekonom di angka 185.000.

Saat ini, fokus pasar global mulai beralih ke laporan resmi dari Departemen Tenaga Kerja AS yang rencananya diumumkan pada hari Jumat (1/9) waktu setempat. “Saya sebenarnya masih meragukan keberlanjutan ekonomi makro di AS. Namun, fundamental yang dirasakan masih baik dan angka PDB menegaskan hal tersebut,” ujar Analis Makro di State Street Global Market, John Velis.

Sementara itu, siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.351 per dolar AS, turun 8 poin atau 0,06% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.343 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang di Asia tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan terdalam menghampiri yen Jepang yang anjlok 0,25% dan won Korea Selatan yang melorot 0,16%.

Loading...