Senin Pagi, Rupiah Berbalik Melemah Usai Dibuka Naik

rupiah dan dollarSetelah menguat, rupiah berbalik melemah - sawitplus.co

JAKARTA – masih belum sepenuhnya mampu mengembalikan kekuatan pada Senin (30/9) pagi. Dilansir Index, Garuda menguat tipis 8 poin atau 0,06% ke level Rp14.165 per ketika membuka transaksi awal pekan. Namun, pada pukul 08.42 WIB, spot langsung berbalik melemah 2 poin atau 0,02% ke posisi Rp14.175 per .

“Sentimen perang dagang masih akan menjadi penghalang penguatan rupiah pada perdagangan pekan ini,” ujar Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, dilansir Bisnis. “Jumat malam (27/9), ada kabar dari bahwa pemerintah setempat berniat membatasi aliran investasi para AS ke . Hal ini pun menambah friksi hubungan dagang antara AS dan .”

Di sisi lain, Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, bahwa AS berhasil menguat cukup baik meskipun kondisi politik dalam negeri Paman Sam sedang tidak dalam suasana kondusif. House of Representative AS merilis laporan yang menuduh Presiden AS, , berusaha meminta Presiden Ukraina untuk menyelidiki putra mantan Wakil Presiden Joe Biden, yang merupakan salah satu kandidat teratas untuk pemilihan presiden 2020.

juga mencerna penyelidikan impeachment yang diluncurkan ke Presiden Donald Trump dan investor semakin melihat penyelidikan sebagai hambatan jangka panjang daripada risiko jangka pendek,” kata Ibrahim. “Selain itu, Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebelumnya sebesar 5,2% menjadi 5,1%.”

Ia menambahkan, September, yang merupakan akhir dari kuartal ketiga, akan menjadi bulan ketika banyak perusahaan, baik yang terdaftar di bursa maupun lainnya, harus membayar dividen dan membayar utang jangka pendek. Sehingga, wajar kalau rupiah terkoreksi, karena kebutuhan dolar AS kembali tinggi.

Kedua ekonom tersebut pun sependapat bahwa pada perdagangan hari ini, rupiah masih berpotensi untuk melanjutkan pelemahan. Ibrahim memperkirakan mata uang domestik akan bergerak di kisaran Rp14.065 hingga Rp14.200 per dolar AS, sedangkan Ariston mengemukakan bahwa spot berpeluang bergulir di kisaran Rp14.070 hingga Rp14.230 per dolar AS.

Loading...