Transaksi Akhir Juni, Rupiah Ditutup Berbalik Melemah

Rupiah - www.merdeka.comRupiah - www.merdeka.com

Setelah dibuka menguat tajam, ternyata harus menutup Selasa (30/6) ini di zona merah, ketika mata uang lainnya justru mampu mengungguli greenback seiring minat tinggi terhadap aset berisiko. Menurut paparan Index pada pukul 14.56 WIB, mata uang Garuda melemah 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.265 per .

Sementara itu, data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi tadi menetapkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.302 per AS, menguat 67 poin atau 0,47% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.369 per AS. Di saat yang bersamaan, sejumlah mata uang Asia mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,16% dialami won Korea Selatan.

“Rupiah berpotensi bertahan di zona merah jika fokus pasar masih tertuju pada peningkatan jumlah kasus COVID-19 di seluruh dunia,” ujar Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, pagi tadi, dilansir Bisnis. “Apabila kekhawatiran ini masih berlanjut, maka pelemahan rupiah akan kembali terjadi, bergerak di kisaran Rp14.150 hingga Rp14,300 per dolar AS.”

Dari pasar global, mata uang safe haven terpantau bergerak mundur pada hari Selasa, karena harapan perputaran meningkatkan minat terhadap aset berisiko seperti dolar Aussie dan yuan, meskipun kekhawatiran tentang ledakan pengeluaran publik Inggris membuat pound sterling berada di bawah tekanan. Dolar AS telah naik 0,1% menjadi 107,70 terhadap yen Jepang, setelah menyentuh level tertinggi tiga minggu di 107,885 di sesi sebelumnya.

Seperti diberitakan Reuters, optimisme ekonomi di AS didorong data penjualan rumah, yang menunjukkan bahwa aktivitas pasar perumahan dengan cepat pulih pada Mei setelah mengalami kejatuhan akibat pandemi . Penjualan rumah yang tertunda, berdasarkan kontrak yang ditandatangani bulan lalu, dilaporkan melonjak 44,3%, dibandingkan dengan perkiraan ekonom untuk kenaikan 18,9%.

“Namun, secara keseluruhan, pasar masih berhati-hati,” kata kepala strategi mata uang di MUFG Bank, Minori Uchida. “Baik pada tahun ini dan dibandingkan dengan level akhir Februari sebelum pandemi, empat mata uang G10 yang memiliki surplus neraca berjalan, yakni yen, franc Swiss, euro, dan krona Swedia, telah menguat terhadap dolar AS.”

Loading...