Akhir Pekan, Rupiah Berbalik Melemah Jelang Rilis NFP AS

Rupiah melemah pada perdagangan Jumat (7/8) sore - bisnis.com

JAKARTA – harus berbalik tenggelam ke zona merah pada Jumat (7/8) sore, ketika indeks agaknya melakukan ‘balas dendam’ kepada sejumlah menjelang laporan nonfarm payrolls AS. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 14.57 WIB, Garuda 40 poin atau 0,27% ke level Rp14.625 per .

Sementara itu, data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi tadi menetapkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.647 per dolar AS, terdepresiasi 60 poin atau 0,41% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.587 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,32% dialami won Korea Selatan.

Dolar AS agaknya melakukan misi ‘balas dendam’ di Asia dan terhadap sejumlah mata uang utama, menjelang laporan nonfarm payrolls AS, yang dikhawatirkan beberapa dapat memperkuat pandangan bahwa momentum di ekonomi terbesar dunia itu melambat. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,305 poin atau 0,33% ke level 93,093 pada pukul 11.17 WIB.

Dikutip dari Reuters, sebelumnya, sentimen telah berbalik melawan greenback, terpengaruh kombinasi infeksi corona AS yang meningkat, penurunan yang stabil dalam imbal hasil Treasury, dan kurangnya konsensus di Washington mengenai stimulus fiskal tambahan. Analis mengatakan, dolar AS akan terus turun, terutama terhadap euro, yen, dan franc Swiss, karena harapan untuk pemulihan berbentuk ‘V’ dari epidemi corona memudar dan investor beralih dari pandangan pasar yang lebih optimistis.

“Saya melihat kelemahan dolar AS lebih lanjut,” kata kepala strategi pasar di CMC Markets di Sydney, Michael McCarthy. “Optimisme untuk pemulihan ekonomi (AS) tidak didukung oleh data. Aset safe havens sangat tinggi, tetapi imbal hasil juga tinggi, yang tidak masuk akal. Pesta harus berakhir pada suatu saat.”

Saat ini, investor tengah menantikan laporan nonfarm payrolls AS terbaru. Penggajian non-pertanian yang akan dirilis pada Jumat malam waktu setempat secara luas diperkirakan akan menunjukkan penciptaan lapangan kerja AS yang melambat pada Juli dari bulan sebelumnya, menunjukkan kebangkitan infeksi virus corona yang merusak pemulihan ekonomi di sana.

Loading...