Pulih Sesaat, Rupiah Berbalik Melemah di Akhir Rabu

Rupiah - www.jayabaya.ac.idRupiah - www.jayabaya.ac.id

JAKARTA – Dibuka menguat, ternyata gagal mempertahankan posisi di area hijau pada Rabu (18/3) sore, ketika stimulus yang digelontorkan AS masih gagal membendung tekanan corona terhadap aset berisiko. Menurut laporan Index pada pukul 12.52 WIB, mata uang Garuda ditutup melemah 50 poin atau 0,33% ke level Rp15.223 per AS.

“Pergerakan rupiah dan aset berisiko lainnya hari ini dipengaruhi oleh pengumuman stimulus pemerintah AS sebesar 1 triliun dolar AS semalam,” ujar Vice President Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra. “Stimulus yang dikeluarkan pemerintah AS mungkin dapat membantu menahan pelemahan rupiah pada hari ini.”

mengeluarkan kebijakan era krisis keuangan 2008, yakni membeli surat utang atau commercial paper agar perusahaan-perusahaan tetap dapat membayar gaji pegawai dan beroperasi di tengah pandemi corona. Namun, kekhawatiran mengenai dampak negatif Covid-19 terhadap perekonomian menghalangi penguatan aset berisiko.

Selain mata uang Garuda sejumlah kurs Benua juga terpantau terbenam di area merah. Dolar Hong Kong harus turun 0,02%, yuan China terdepresiasi 0,13%, ringgit Malaysia drop 0,14%, dolar Taiwan melemah tipis 0,01%, dan baht Thailand melorot 0,12%. Sementara, sebagian lainnya terpantau hijau, seperti yen Jepang yang menguat 0,41% dan pes Filipina yang naik 1,11%.

Dari pasar global, indeks dolar AS beringsut naik pada Rabu di tengah tanda-tanda langkah-langkah bank sentral untuk melakukan beberapa pendanaan, karena meningkatnya kekhawatiran tentang dampak dari krisis coronavirus. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,266 poin atau 0,27% ke level 99,841 pada pukul 15.52 WIB.

“Alur berita hampir sama cairnya seperti yang kita lihat,” kata kepala penelitian di pialang Melbourne Pepperstone, Chris Weston, dilansir Reuters. “Ini mencerminkan krisis keuangan (2008), jika tidak lebih buruk. Sangat sulit untuk berurusan dengan ini dan saya pikir pedagang FX tidak benar-benar tahu ke mana harus melihat saat ini.”

Loading...