Rupiah Berbalik ke Zona Merah Meski Posisi Dolar AS Sedang Melemah

Rupiah Melemah - politiktoday.comRupiah Melemah - politiktoday.com

Jakarta rupiah dibuka melemah sebesar 22 poin atau 0,16 persen ke level Rp 14.155 per di awal perdagangan pagi hari ini, Jumat (25/5). Sebelumnya, Kamis (24/5), Garuda berakhir terapresiasi 76 poin atau 0,53 persen ke posisi Rp 14.133 per USD.

Indeks dolar yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB. Indeks dolar turun 0,25 persen menjadi 93,772 lantaran para investor masih terus mempertimbangkan risalah pertemuan terbaru .

The Fed diprediksi akan segera menaikkan acuannya apabila prospek sejalan dengan ekspektasi para pejabat The Fed, demikian bunyi risalah pertemuan kebijakan terbaru bank sentral Amerika Serikat pada Rabu (23/5) lalu, sesuai dengan perkiraan . Akan tetapi dalam risalah juga mengindikasikan jika The Fed akan mentolerir kenaikan yang melebihi targetnya untuk beberapa waktu.

Menurut beberapa pejabat The Fed, periode sementara inflasi sedikit di atas 2 persen akan konsisten dengan tujuan simetris inflasi Komite. Para analis pun berkesimpulan bahwa bunyi risalah yang relatif dovish tersebut seolah mengisyaratkan jika The Fed mungkin tak akan menaikkan suku bunga acuannya secara agresif tahun 2018 ini sesuai dengan harapan pasar.

Mata uang rupiah sendiri kemarin sempat menguat berkat sentimen positif dari pelantikan Gubernur (BI) yang baru, Perry Warjiyo. “Pasar menganggap Gubernur BI baru moderat dan dapat menarik pasar untuk berinvestasi di pasar domestik,” ujar Direktur Garuda Berjangka Ibrahim, seperti dilansir Kontan. Di samping itu, pembahasan Undang-Undang (UU) terkait Terorisme dalam rapat paripurna kemarin juga turut menyokong gerak rupiah di pasar spot.

Senada, Head of Economic & Research UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja berpendapat jika dolar AS saat ini geraknya cenderung melemah. Pelemahan the Greenback ini menurutnya terjadi usai yield obligasi Amerika Serikat turun. Terlebih karena pertemuan antara AS dan China masih belum menemui kesepakatan, sehingga gerak dolar AS pun cenderung mengalami koreksi.

Loading...