Rupiah Berbalik Drop Jelang Rilis Cadangan Devisa Domestik

harus berbalik melemah pada penutupan akhir pekan (7/7) ini jelang pengumuman data cadangan devisa dalam negeri dan non-farm payroll AS. Menurut Index pukul 15.58 WIB, Garuda memungkasi transaksi hari ini dengan pelemahan sebesar 7 poin atau 0,05% ke level Rp13.399 per AS.

Pada perdagangan pagi hari, rupiah sempat dibuka menguat tipis 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp13.388 per dolar AS. Sayangnya, ketika jeda siang, mata uang Garuda berbalik melemah 15 poin atau 0,11% ke level Rp13.407 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.43 WIB, spot masih tertahan di zona merah setelah terdepresiasi 8 poin atau 0,06% ke posisi Rp13.400 per dolar AS.

Rupiah bergerak melemah jelang pengumuman cadangan devisa yang rencananya bakal dirilis sore hari ini. Ekonom dalam negeri memprediksi cadangan devisa bulan Juni sedikit turun melihat surplus dagang yang menipis serta aliran dana asing yang tidak sekuat sebelumnya. “Cadangan devisa diperkirakan turun karena surplus dagang yang menipis,” kata Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta.

Sementara, dari global, indeks dolar AS terlihat bergerak menguat di tengah penantian investor atas laporan non-farm payroll bulanan Paman Sam setelah data angka pekerjaan sektor swasta diumumkan mengecewakan. Setelah dibuka dengan kenaikan tipis sebesar 0,002 poin di level 95,804, the greenback kembali melambung 0,154 poin atau 0,16% ke posisi 95,956 pada pukul 09.35 WIB.

Kemarin (6/7) waktu setempat, laporan ADP National Employment menunjukkan pekerjaan sektor swasta pada bulan Juni bertambah sebanyak 158.000. Angka itu lebih sedikit dari prediksi ekonom yang sebesar 185.000. Sementara, klaim pengangguran mingguan naik menjadi 248.000 klaim, lebih besar dari perkiraan pasar di angka 243.000.

Saat ini, pasar tengah menantikan laporan non-farm payroll bulan Juni yang bakal dirilis Departemen AS pada Jumat waktu setempat. Menurut prediksi ekonom, jumlah kepegawaian akan bertambah sebanyak 179.000. “Investor di Asia tidak ingin memburu dolar AS jelang pengumuman non-farm payroll, jika datanya mengecewakan,” ujar Direktur Global-info Co., Kaneo Ogino, seperti dikutip dari Reuters.

Loading...