Rupiah Berakhir Stagnan Meski Dolar Kembali Negatif

bisnis.liputan6.com

gagal memanfaatkan momentum melemahnya indeks dolar AS untuk bergerak menguat, meski juga tidak mengalami pelemahan yang signifikan. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menutup Rabu (26/4) ini di level Rp13.284 per dolar AS, persis seperti posisi sebelumnya.

Rupiah membuka dengan menguat tipis 1 poin atau 0,01% ke posisi Rp13.283 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali naik sedikit 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.281 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.49 WIB, spot sempat berbalik 2 poin atau 0,02% ke Rp13.286 per dolar AS, meski kemudian mampu ditutup di posisi stagnan.

Dari global, laju indeks dolar AS sebenarnya kembali melemah seiring berlanjutnya penguatan kinerja mata uang euro usai putaran pertama Pemilihan Presiden di Prancis. Pada pukul 11.31 WIB, turun 0,022 poin atau 0,02% ke level 98,763 setelah sebelumnya dibuka dengan kenaikan sebesar 0,062 poin atau 0,06% ke posisi 98,847.

Diberitakan Reuters, performa euro terus naik setelah menyentuh level tertinggi dalam 5,5 bulan pada perdagangan hari ini, ketika para mencermati kemenangan kandidat Presiden Prancis dari kubu tengah dalam putaran pertama pemilu tanggal 23 April. Di lain sisi, tingkat keyakinan Paman Sam turun dari level tertinggi dalam lebih dari 16 tahun pada April 2017.

Fokus pasar saat ini tertuju pada rencana Presiden AS, Donald Trump, yang dijadwalkan akan memaparkan kebijakan reformasi pajaknya pada hari ini. “Indeks dolar AS memang terus tertekan, tidak hanya karena ketakutan atas government shutdown di AS, tetapi juga program stimulus Trump yang terancam tidak disetujui kongres,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di level Rp13.278 per dolar AS, menguat 18 poin atau 0,13% dibandingkan sesi dagang sebelumnya di Rp13.296 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas kurs Tenggara kompak menguat versus greenback dengan penguatan tertinggi diraih ringgit Malaysia sebesar 0,38% dan dolar Singapura sebesar 0,09%.

Loading...