Rupiah Berakhir Stagnan Jelang Rilis BI Meeting

Pergerakan cenderung terbatas sepanjang perdagangan (20/10) di tengah penantian pasar terhadap rilis rapat Dewan Bank dan juga pertemuan European Central Bank (ECB). Akibatnya, menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda harus menutup sesi dagang hari ini di posisi Rp13.008 per AS, atau stagnan seperti sesi dagang kemarin.

Di awal dagang, rupiah dibuka menguat tipis 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp13.004 per dolar AS. Siang hari, spot kembali perlahan 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.003 per dolar AS. Sayangnya, napas mata uang Garuda perlahan mengendur jelang tutup dagang meski tidak sampai meninggalkan zona hijau.

Seperti diketahui, Bank Indonesia bakal merilis hasil pertemuan mereka pada hari ini. Sejumlah pengamat memperkirakan bank sentral tersebut masih tetap mempertahankan tingkat acuan di angka 5% meski peluang turun tetap terbuka di awal tahun depan. Sementara, hasil ECB meeting dijadwalkan keluar malam nanti yang mungkin dapat menunjukkan prospek stimulus otoritas tersebut.

“Rupiah hari ini sebenarnya berpeluang mempertahankan tren penguatan meski fokus pasar terbagi pada rapat Bank Indonesia dan ECB,” papar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Peluang penguatan terbuka seiring jajak pendapat yang mengunggulkan Hillary Clinton, yang sekaligus mendorong penguatan di .”

Berdasarkan polling yang dilakukan CNN, Hillary Clinton dinyatakan keluar sebagai pemenang debat presiden terakhir dengan perolehan suara sebesar 52%, sedangkan Donald Trump tertinggal dengan 39% suara. “Dengan jajak pendapat yang sangat berpihak pada Clinton, pasar bertaruh untuk kemenangannya,” ujar Ahli Strategi Senior di Westpac Banking Corp., Sean Callow.

Loading...