Rupiah Berakhir Positif Meski Dolar Terus Menguat

Rupiah ternyata mampu bergerak rebound meski laju indeks AS cenderung di tengah penantian akan nonfarm payroll Paman Sam yang bakal dirilis nanti malam WIB. Menurut Index pukul 15.59 WIB, Garuda mampu menutup akhir pekan (10/3) ini dengan penguatan sebesar 14 poin atau 0,10% ke level Rp13.376 per dolar AS.

Rupiah membuka transaksi dengan turun 3 poin atau 0,02% ke posisi Rp13.393 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda mampu berbalik menguat 6 poin atau 0,04% ke level Rp13.384 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.49 WIB, spot bertahan di zona hijau usai kembali naik 23 poin atau 0,17% ke posisi Rp13.367 per dolar AS.

Indeks dolar AS sebenarnya cenderung bergerak menguat sepanjang hari ini di tengah spekulasi bahwa laporan payroll resmi bulanan akan menambah tanda-tanda membaiknya AS serta meningkatkan potensi kenaikan suku bunga . Dibuka menguat 0,080 poin ke level 101,930, the lanjut naik 0,11% ke level 101,96 pada pukul 14.17 WIB.

Laporan nonfarm payroll bulanan resmi AS dijadwalkan dirilis hari ini, sekaligus akan memberi alasan lebih lanjut bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan pekan depan. Menurut survei Reuters, jumlah pekerja AS diprediksi bertambah sebesar 190 ribu pada Februari, sedangkan tingkat rata-rata penghasilan per jam cenderung tumbuh 0,3%.

“Tidak ada yang berharap data tenaga kerja AS lemah,” kata analis valuta asing Barclays, Singapura, Mitul Kotecha, seperti dikutip dari Reuters. “Semua sudah yakin bahwa akan ada kenaikan suku bunga pada Maret ini.”

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.393 per dolar AS, terdepresiasi 20 poin atau 0,15% dibandingkan perdagangan sebelumnya di Rp13.373 per dolar AS. Di saat yang sama, pergerakan mata uang Asia bervariasi terhadap the greenback dengan penguatan tertinggi dialami dolar Singapura sebesar 0,09% dan pelemahan terdalam menghampiri dolar Taiwan sebesar 0,23%.

Loading...