Rupiah Berakhir Naik Tipis 2 Poin Jelang Pilpres AS

Rupiah mampu memanfaatkan sedikit celah di tengah penantian jelang Pemilihan AS. Menurut Index pukul 15.57 WIB, Garuda menutup Selasa (8/11) ini dengan penguatan tipis 2 poin atau 0,02% ke level Rp13.084 per setelah bergerak di rentang Rp13.058 hingga Rp13.099 per .

Rupiah mengawali sesi dagang hari ini dengan 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp13.082 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda masih menguat 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.078 per dolar AS. Sempat turun 2 poin ke Rp13.088 per dolar AS jelang penutupan, spot mampu bangkit di detik-detik akhir sehingga ditutup di zona hijau.

Sebelumnya, sejumlah pengamat mengatakan bahwa mata uang Garuda berpotensi tertekan sepanjang hari ini seiring penantian pasar jelang Pilpres AS. Di samping itu, pergerakan dolar AS cenderung menguat usai rilis data Negeri Paman Sam yang menunjukkan peningkatan sehingga mendorong optimisme The Fed untuk menaikkan acuan pada Desember.

“Dolar AS cenderung bergerak menguat usai data tenaga kerja AS yang dirilis akhir pekan lalu menunjukkan angka pengangguran yang menurun dan pertumbuhan upah yang cenderung meningkat,” papar Ekonom Bank Permata, Josua Pardede. “Hal tersebut mendorong optimisme The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga acuan pada FOMC meeting Desember mendatang.”

Selain itu, ditambahkan Josua, jelang Pemilu Presiden AS, pelaku pasar mewaspadai hasil yang di luar perkiraan sehingga mereka cenderung beralih ke aset safe heaven, yakni dolar AS. “Jika hasil Pilpres AS menunjukkan kemenangan capres dari Partai Republik, maka diprediksi bakal menekan ekonomi AS dan berpotensi memberi sentimen negatif terhadap pasar global,” sambungnya.

“Namun, jika capres Partai Demokrat (Hillary Clinton) yang menang, berarti sesuai dengan ekspektasi pasar,” sambung Josua. “Hal tersebut membuat rupiah berpotensi untuk kembali menguat setelah pelaksanaan pemilu.”

Loading...