Rupiah Berakhir Naik Super Tipis Sebelum Long Weekend

Di tengah penguatan indeks AS, ternyata mampu mempertahankan tren sepanjang akhir pekan (21/4) ini. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menutup sesi dagang sebelum libur panjang dengan penguatan sangat tipis sebesar 1 poin atau 0,01% ke posisi Rp13.322 per dolar AS.

Dari pasar , indeks dolar AS sebenarnya mampu melanjutkan tren kenaikan di tengah optimisme atas kebijakan Presiden Donald Trump. Setelah ditutup 0,040 poin atau 0,04% ke level 99,778 pada sesi dagang kemarin (20/4), laju positif greenback berlanjut di sesi pagi dengan tipis 0,041 poin atau 0,04% ke posisi 99,819 pada pukul 07.38 WIB.

Kemarin, Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, menyatakan bahwa pemerintahan Trump memiliki tujuan untuk memenuhi reformasi terbesar pajak sejak era Presiden Ronald Reagan sebelum akhir tahun ini, bahkan apabila upaya lanjutan untuk mencabut Undang-Undang Kesehatan gagal. “Tidak peduli apakah UU Kesehatan berhasil lolos atau tidak, kami akan menuntaskan reformasi pajak,” katanya dalam suatu konferensi pers di Washington.

Komentar Mnuchin ini meredakan tumbuhnya kekhawatiran bahwa agenda fiskal Presiden Donald Trump telah tenggelam. Di lain sisi, prediksi untuk penaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS, Federal Reserve, pada pertemuan kebijakan Juni mendatang naik menuju 60% setelah Ketua Fed wilayah Dallas, Robert Kaplan, menyatakan kembali kemungkinan tiga kali kenaikan untuk tahun ini.

Sementara itu, siang tadi mematok tengah berada di posisi Rp13.320 per dolar AS, menguat 8 poin atau 0,06% dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp13.328 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus greenback dengan penguatan tertinggi dialami won Korea Selatan sebesar 0,3% dan dolar Taiwan sebesar 0,23%.

Loading...