Rupiah Berakhir Merah Jelang Putusan FOMC Meeting

rupiah - www.dreamstime.comrupiah - www.dreamstime.com

Rupiah harus menutup perdagangan Rabu (21/3) ini di zona merah menjelang keputusan meeting yang diprediksi bakal menaikkan acuan. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menyelesaikan dengan pelemahan sebesar 13 poin atau 0,09% menuju level Rp13.761 per AS.

Sebelumnya, rupiah sempat ditutup menguat 17 poin atau 0,12% di posisi Rp13.748 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (20/3) kemarin. Namun, mata uang NKRI berbalik melemah 12 poin atau 0,09% ke level Rp13.760 per dolar AS ketika membuka pagi tadi. Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis tidak kuasa lepas dari zona merah, mulai awal hingga tutup dagang.

Dari pasar global, indeks dolar AS sebenarnya bergerak lebih rendah pada perdagangan Rabu, ketika mengantisipasi kenaikan suku bunga yang bakal diumumkan Kamis (22/3) pagi WIB. Mata uang Paman Sam terpantau terdepresiasi 0,115 poin atau 0,13% ke level 90,256 pada pukul 10.39 WIB, setelah sebelumnya berakhir menguat 0,606 poin atau 0,68% di posisi 90,371.

Seperti dikutip Reuters, pasar global sebenarnya telah yakin bahwa Federal Reserve bakal menaikkan suku bunga acuan mereka pada penutupan FOMC meeting Rabu waktu setempat. Namun, investor tidak yakin apakah bank sentral AS tersebut akan memberikan sinyal kenaikan suku bunga tiga kali atau empat kali sepanjang tahun 2018 ini.

“Bobot signifikan terhadap empat kenaikan suku bunga tahun ini mungkin menyebabkan aksi jual di pasar ekuitas dan obligasi,” tutur analis di FIIG Securities di Sydney, Jonathan Sheridan. “Kekhawatiran di sini adalah bahwa The Fed ‘overshoots’ dengan menaikkan suku ke dalam ekonomi yang goyah. Jika pendapat ini berlaku, maka kita mungkin melihat penurunan suku bunga jangka panjang.”

The Fed telah menaikkan suku bunga lima kali sejak mulai memperketat kebijakan mereka pada akhir 2015. Namun, belum benar-benar merespons, yang mengakhiri tahun 2017 dengan turun sekitar 10% terhadap sekeranjang mata uang utama dunia. “Kami mengingatkan bahwa setiap kenaikan suku bunga FOMC telah menjadi ‘kenaikan dovish’ dan dolar AS telah menurun pada hari kenaikan,” timpal kepala pakar strategi mata uang di Commonwealth Bank of Australia, Richard Grace.

Loading...