Investor Abaikan Virus Corona, Rupiah Berakhir Positif

Rupiah - sumutinvest.comRupiah - sumutinvest.com

JAKARTA – mampu mempertahankan posisi di zona hijau pada Selasa (11/2) sore, ketika tampaknya sedikit mengesampingkan wabah virus corona, yang mendorong pergerakan Asia. Menurut Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda ditutup menguat 37 poin atau 0,27% ke level Rp13.675 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.686 per dolar AS, menguat 22 poin atau 0,16% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.708 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,43% dialami baht Thailand.

Penguatan mata uang Benua Kuning, seperti dilansir Bloomberg, didukung sikap investor yang agaknya mengesampingkan perkembangan wabah virus corona untuk saat ini, setelah AS mencetak rekor terbarunya pada Senin (10/2) kemarin. Indeks S&P 500 ditutup menguat 0,73% ke level 3.352,09, rekor tertinggi barunya. Sementara itu, indeks Dow Jones dan Nasdaq ditutup menguat masing-masing 0,6% dan 1,13%.

Seiring dengan pergerakan kurs Asia, indeks dolar AS juga terlihat menguat pada hari Selasa, bersama dengan kenaikan saham negara, karena kekhawatiran mengenai penyebaran virus corona membuat investor memilih aset yang lebih aman. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,044 poin atau 0,04% ke level 98,876 pada pukul 11.54 WIB.

Dilansir Reuters, Organisasi Dunia (WHO) mengatakan dalam semalam bahwa penyebaran kasus virus corona di antara orang-orang yang belum pernah ke China bisa menjadi ‘percikan api yang menjadi api yang lebih besar’. Coronavirus telah menewaskan 1.016 orang di China daratan, kata pejabat setempat pada hari Senin, meskipun mereka juga melaporkan penurunan jumlah kasus baru setiap hari.

Dolar AS, yang dipandang sebagai tempat berlindung karena posisinya sebagai mata uang cadangan dunia, berdiri pada level tertinggi empat bulan terhadap euro pada di 1,0910 EUR. Sementara, terhadap dolar Selandia Baru, greenback menyentuh level tertinggi tiga bulan di posisi 0,6378 dan berada di posisi 0,6557 terhadap dolar Australia.

“Dolar AS telah terbantu oleh banyak hal,” kata analis Westpac FX, Imre Speizer. “Virus corona menghasilkan dorongan masuk ke dolar AS. Anda juga telah melihat data yang baik di AS, yang merupakan sumber dukungan yang lain. Yang rentan adalah negara-negara komoditas seperti Australia dan Selandia Baru.”

Loading...