Rupiah Berakhir Menguat Jelang Keputusan FOMC Meeting

mampu bergerak di zona nyaman sepanjang Rabu (14/12) ini di tengah penantian global terhadap hasil FOMC meeting. Menurut Index pukul 15.59 WIB, Garuda menutup sesi dagang hari ini dengan penguatan sebesar 31 poin atau 0,23% ke level Rp13.294 per .

Rupiah sudah menguat sejak awal dagang dengan 30 poin atau 0,23% ke posisi Rp13.295 per dolar AS. Mata uang Garuda bertahan di posisi yang sama ketika perdagangan sesi I berakhir. Jelang penutupan atau pukul 15.44 WIB, spot masih nyaman di zona hijau setelah menguat 39 poin atau 0,29% ke level Rp13.286 per dolar AS.

Sebelumnya, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, telah memaparkan bahwa mata uang domestik berpeluang menguat pada hari ini seiring indeks dolar AS yang terkoreksi dan minyak yang bertahan di level yang tinggi. “Dolar AS menurun di tengah kenaikan tipis minyak mentah dunia hingga dini hari tadi,” kata Rangga.

“Saat ini, pasar global masih menunggu kesimpulan FOMC meeting yang meski sudah diprediksi menaikan suku bunga, tetapi kepastian mengenai pandangan di tahun 2017 masih ditunggu,” sambung Rangga. “The Fed yang ragu untuk memulai pengetatan moneter yang agresif berpeluang menekan penguatan dolar AS ke depan.”

Berbeda dengan rupiah, mayoritas mata uang Asia justru bergerak melemah terhadap dolar AS. Hingga Rabu siang, dari 12 daftar mata uang, hanya tiga mata uang yang menguat, yaitu rupiah yang menguat paling tajam, disusul rupee India dengan naik 0,09%, dan dolar Taiwan yang terapresiasi 0,08%.

Loading...