Rupiah Berakhir Melemah Setelah Serangan Sekutu ke Suriah ‘Selesai’

indeks dolar AS kembali naik usai serangan rudal Sekutu kepada Suriah - sumutinvest.com

harus menutup Senin (16/4) ini di zona negatif, bersamaan dengan pergerakan Asia, setelah indeks dolar kembali naik usai serangan rudal Sekutu kepada Suriah. Menurut catatan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, NKRI menyelesaikan dengan pelemahan sebesar 25 poin atau 0,18% ke level Rp13.780 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sempat ditutup menguat 23 poin atau 0,17% di posisi Rp13.755 per dolar AS pada akhir pekan (13/4) kemarin. Namun, pagi tadi, mata uang Garuda berbalik melemah 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.763 per dolar AS ketika membuka . Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis tidak memiliki otot untuk keluar dari zona merah, mulai awal hingga tutup dagang.

Dari pasar , indeks dolar AS bergerak menguat pada hari Senin, mendekati level tertinggi dua bulan terhadap yen Jepang, setelah pasar memperoleh beberapa kejelasan mengenai kondisi geopolitik di Suriah. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,2% menuju level 107,515 terhadap yen Jepang, dekat dengan posisi tertinggi 107,780 yang dicatatkan tanggal 22 Februari lalu.

Seperti diberitakan Reuters, AS, Perancis, dan Inggris sempat meluncurkan rudal yang menargetkan apa yang dikatakan Pentagon sebagai ‘fasilitas senjata kimia’ di Suriah pada Sabtu (14/4) kemarin, sebagai pembalasan atas serangan 7 April. Menyatakan bahwa tindakan militer tidak akan diperpanjang, Presiden AS, , mengatakan bahwa ‘misi selesai’ setelah peluncuran rudal tersebut.

“Reaksi terhadap mata uang telah terbatas karena Trump telah memberikan pemberitahuan terlebih dahulu tentang kemungkinan serangan terhadap Suriah,” ujar ahli strategi valas senior di Daiwa Securities, Yukio Ishizuki. “Banyak spekulan menunjukkan kurang respon terhadap faktor-faktor pendukung yen, setelah Bank of Japan menjelaskan bahwa mereka tidak akan menormalkan kebijakan dengan segera.”

Sementara itu, siang tadi mematok kurs tengah berada di level Rp13.766 per dolar AS, terdepresiasi 13 poin atau 0,09% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.753 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berkutik versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,42% menghampiri won Korea Selatan.

Loading...