Rupiah Berakhir Melemah Jelang Long Weekend Paskah

rupiah - www.cermati.comrupiah - www.cermati.com

Rupiah gagal menyelesaikan perdagangan Kamis (29/3) ini di zona hijau sebelum libur panjang terkait perayaan Paskah, meski indeks AS bergerak lebih rendah. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menutup dengan pelemahan tipis sebesar 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.766 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sudah berakhir melemah 22 poin atau 0,16% di posisi Rp13.764 per dolar AS pada penutupan dagang Rabu (28/3) kemarin. Tren negatif mata uang NKRI berlanjut tadi pagi dengan dibuka terdepresiasi 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.766 per dolar AS. Sempat bangkit, spot gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir dagang.

Sementara itu, Bank siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.756 per dolar AS, turun 11 poin atau 0,08% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.745 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang bergerak mixed versus , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,39% dialami won Korea Selatan dan pelemahan terdalam sebesar 0,32% menghampiri rupee India.

Dari pasar global, indeks dolar AS bergerak lebih rendah pada hari Kamis, kehilangan harapan untuk mencapai level tertinggi dalam enam bulan terhadap yen Jepang, setelah adanya détente di kawasan Asia Timur terkait nuklir Korea Utara. Mata uang Paman Sam turun 0,097 poin atau 0,11% ke level 89,691 pada pukul 11.03 WIB, setelah sebelumnya ditutup menguat 0,043 poin atau 0,05% di posisi 90,101.

Seperti dilaporkan Reuters, pemerintah pada Rabu kemarin mengatakan bahwa pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, tetap berkomitmen melakukan denuklirisasi, sedangkan Presiden AS, Donald Trump, men-tweet bahwa Kim segera bertemu dengannya. Surat kabar Jepang, Asahi, juga melaporkan bahwa Tokyo berniat melakukan pertemuan bilateral dengan Korea Utara, hanya beberapa hari setelah Kim Jong-un bertemu Presiden , Xi Jinping.

Kabar terbaru ini telah mendorong beberapa spekulasi di antara para pedagang bahwa terobosan diplomatik atas program nuklir Korea Utara mungkin lebih dekat daripada sebelumnya. Beberapa investor juga mencatat, perdagangan mata uang sejauh minggu ini telah didorong oleh arus terkait dengan akhir kuartal. “Ada banyak suara minggu ini. Kami merasakan akhir kuartal, dan arus akhir tahun , entah bagaimana lebih besar tahun ini dari biasanya,” kata Tokyo Branch Manager of State Street, Bart Wakabayashi.

Loading...