Inflasi November 0,14%, Rupiah Berakhir Melemah

Rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Senin (2/12) sore - tempo.co

JAKARTA – tetap tidak mampu mengatrol posisi ke teritori hijau pada Senin (2/12) sore ketika angka inflasi Indonesia sepanjang bulan November 2019 kemarin dilaporkan mencapai angka 0,14%. Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda melemah 17 poin atau 0,12% ke level Rp14.125 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan berada di posisi Rp14.22 per dolar AS, terdepresiasi 20 poin atau 0,14% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.102 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang variatif terhadap , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,18% dialami yen Jepang dan kenaikan tertinggi sebesar 0,2% menghampiri won Korea Selatan.

Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa sepanjang bulan November 2019, Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,14% secara bulanan (month-to-month). Angka ini menurun tipis dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,22%. Sementara, secara tahun berjalan (year-to-date), inflasi sebesar 2,37% dan secara tahunan (year-on-year) mencapai angka 3%.

“Sumbangan inflasi berasal dari kelompok bahan makanan dengan andil 0,07%, dengan tingkat inflasi sebesar 0,37%,” jelas Kepala BPS, Suhariyanto, dilansir CNN Indonesia. “Andil inflasi juga disumbang oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,4%, dengan inflasi 0,25%. Kemudian, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,12% dan andil 0,03%.”

Suhariyanto menjelaskan, angka inflasi sepanjang November tersebut sama dengan tren pada dua tahun sebelumnya. Biasanya, angka inflasi November akan naik karena permintaan meningkat. Bulan depan, angka inflasi diperkirakan kembali mengalami kenaikan karena adanya perayaan hari Natal dan momen pergantian tahun.

Dari global, indeks dolar AS mampu bergulir di area hijau pada perdagangan hari Senin, ketika yen Jepang harus terjun ke level terendah dalam enam bulan setelah pengumuman data manufaktur . Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,026 poin atau 0,03% ke level 98,299 pada pukul 12.36 WIB, setelah sebelumnya harus berakhir drop.

Dilansir Reuters, aktivitas pabrik China berekspansi dengan laju tercepat dalam hampir tiga tahun pada bulan November 2019, sebuah survei bisnis swasta melaporkan pada hari ini. Survei Caixin juga menunjukkan total pesanan baru dan produksi pabrik pada level yang tinggi. Total pesanan baru terkerek kembali ke area wilayah ekspansi dengan sub-indeks menjadi 51,3 atau level tertinggi sejak April.

Loading...