Rupiah Berada Di Titik Terlemah Sepanjang November, Dollar Semakin Gahar Menjelang Desember

Berita merupakan kabar yang kurang menyenangkan bagi pelaku tanah air dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Sore tadi ditutup melemah setelah sepanjang Rabu, 18 November 2015 ini posisi terus menerus mengalami tekanan. Sementara itu Dollar AS semakin menggaungkan aumannya pada detik-detik menjelang rencana kenaikan Desember nanti. AS menguat 0,1% ke 99,727 sebelum rilis catatan pertemuan pejabat bank sentral AS (The Federal Reserve) pada Rabu atau Kamis pagi WIB. Hal ini dikaitkan kemungkinan kenaikan Fed Rate pada Desember, setelah stagnan sejak 2006.

Rupiah hari ini menyentuh level terendah sepanjang November 2015, dan akhirnya ditutup di level Rp13.819/dolar AS atau melemah 73 poin (0,53%).

Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index rupiah stagnan di Rp. 13.746/dolar AS pada saat pasar dibuka Rabu pagi tadi pukul 08:00 WIB. Kemudian pada pukul 09:00 WIB Rupiah mengalami penurunan sebanyak 19 poin hingga tiba pada angka Rp. 13.765, dan terus merosot hingga petang tadi pada penutupan pasar hari ini Rupiah menduduki posisi terlemahnya pada bulan ini yaitu Rp. 13.819 / USD.

Dari harian Bisnis, pada arena pertarungan saham dunia hari ini, Asia kompak melemah, dan Rupiah menduduki posisi terlemah kedua diantara pelemahan yang lain. Depresiasi tersebut meliputi: Dolar Singapura (-0,11%), peso Filipina (-0,14%), ringgit (-0,24%), Thailand (-0,13%).Stanley Fischer The Fed
Berdasarkan kurs transaksi Bank Indonesia, nilai kurs rupiah hari ini adalah Rp. 13. 694 untuk kurs beli dan Rp. 13. 832 untuk kurs jual.

Jakarta Interbank Spot Dollar Rate () kembali tertekan setelah rilis yang memperkuat peluang kenaikan the Fed Fund Rate pada Desember. Data yang diterbitkan Bank Indonesia menempatkan level di Rp13.763 per dolar AS pada Rabu (18/11/2015), terdepresiasi 52 poin atau 0,38% dari kurs kemarin.
Seperti dikutip Bloomberg Rabu siang tadi, Sam Tuck, Ahli Strategi Mata Uang Senior ANZ Bank New Zealand Ltd mengatakan bahwa kondisi ini harus diperhatikan, menyorot catatan Fed pada Oktober apakah mendukung kenaikan suku bunga pada Desember.

Loading...