Selasa Pagi, Rupiah Belum Beranjak dari Zona Merah

Rupiah - en.tempo.coRupiah - en.tempo.co

JAKARTA – masih belum beranjak dari area merah ketika membuka Selasa (17/3) ini. Menurut laporan Index, Garuda mengawali dengan melemah 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.940 per dolar AS. Sebelumnya, spot sudah berakhir terdepresiasi 155 poin atau 1,05% di posisi Rp14.933 per dolar AS pada Senin (16/3) kemarin.

“Rupiah masih akan cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Stimulus seperti pemangkasan suku bunga saja tidak mampu mengangkat kinerja mata uang domestik,” tutur analis Monex Investindo Futures, Faisyal, dilansir Kontan. “Karena itu, pandemi ini masih akan terus menekan rupiah selama solusi dan kondisi yang membaik belum kunjung terlihat.”

Pada Minggu (15/3) malam waktu setempat, memang memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan menjadi kisaran 0 sampai 0,25%, terendah sejak 2015. Sebelumnya, bank sentral ini sudah memangkas suku bunga acuan mereka pada tanggal 3 Maret 2020 lalu. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melonggarkan kelangkaan dolar AS di keuangan imbas wabah virus .

Kebijakan tersebut sempat membuat rupiah sedikit melambung dan terpantau naik 40 poin atau 0,27% ke level Rp14.738 per dolar AS pada pagi hari. Namun, ketika transaksi menuju sore, mata uang domestik perlahan keok, bahkan pelemahan menembus 155 poin pada akhir pasar, justru ketika neraca perdagangan Indonesia bulan Februari 2020 dilaporkan mengalami surplus.

Sementara itu, Head of Research Pefindo, Fikri C. Permana, melihat bahwa capital outflow masih mungkin terjadi. Ini memungkinkan pelemahan rupiah akan kembali terjadi pada hari ini. “Masih besarnya risiko dan sewaktu-waktu bisa terjadi shock di market, utamanya didorong oleh minyak dunia, US Treasury, dan bursa saham AS,” ujar Fikri.

Baik Fikri dan Faisyal sama-sama melihat masih ada kemungkinan rupiah akan bergerak menembus Rp15.000 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Fikri menghitung rupiah akan bergerak di rentang Rp14.800 hingga Rp15.100 per dolar AS. Sementara itu, proyeksi Faisyal, rupiah akan berada di posisi Rp14.600 hingga Rp15.200 per dolar AS.

Loading...