Rupiah Bangkit ke Rp 13.307 per USD di Awal Perdagangan

Jakarta rupiah dibuka sebesar 11 poin atau 0,08 persen ke level Rp 13.307 per dolar AS pada awal pagi hari ini, Kamis (22/6). Kemarin, Rabu (21/6), Garuda berakhir terdepresiasi 0,20 persen atau 26 poin ke posisi Rp 13.318 per dolar AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.297 hingga Rp 13.338 per dolar AS.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah 0,22 persen menjadi 97,546 di akhir perdagangan Rabu (21/6) atau Kamis (22/6) pagi WIB lantaran para investor kini tengah mencerna laporan existing home di Amerika Serikat.

Berdasarkan data dari National Association of Realtors pada Rabu (21/6) jumlah penjualan existing home (rumah yang sudah dimiliki sebelumnya atau sudah dibangun sebelumnya selama 1 bulan) di Amerika mengalami kenaikan 1,1 persen dari yang telah direvisi turun 5,56 juta pada April secara tahunan, disesuaikan secara musiman sebesar 5,62 juta pada Mei, mengalahkan perkiraan .

“Risiko-risiko meninggalkan pengetatan kebijakan yang terlambat meningkat. Saya mempertimbangkan pemungutan suara untuk kenaikan suku bunga bulan ini,” kata Kepala Ekonom Bank Sentral Inggris (BoE) Andy Haldane seperti dilansir . Pernyataan Haldane tersebut membuat poundsterling diperdagangkan lebih tinggi dibanding USD.

Sementara itu turunnya harga minyak mentah pada perdagangan Selasa lalu tampaknya tak membuat kurs rupiah terpuruk terlalu lama. Pada Selasa (20/6) harga minyak mentah anjlok sekitar 2 persen akibat isu kenaikan pasokan dari sejumlah produsen utama. Kabar kenaikan jumlah output tersebut rupanya menggagalkan upaya dan produsen lain untuk menstabilkan harga pasar lewat pengurangan jumlah output.

Harga minyak WTI kontrak Agustus 2017 kemarin (22/6) turun 0,21 persen ke USD 43,42 per barel pada pukul 16.30 WIB. Sementara itu patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak Agustus 2017 juga terpantau melemah 0,35 persen atau 0,16 poin menjadi USD 45,86 per barel.

Loading...